HEADLINESIA.com, ANAMBAS, 5 MEI 2026 – Badan Gizi Nasional mengungkap kandungan boraks dan bakteri E. coli sebagai pemicu keracunan massal yang menimpa 115 siswa di Air Asuk, Kepulauan Anambas, pada Rabu (15/4/2026) melalui hasil uji laboratorium mendalam.
Ratusan siswa di Anambas tumbang akibat kandungan boraks dan bakteri E. coli dalam menu Program Makan Bergizi Gratis yang tercemar
Temuan Zat Kimia dan Bakteri Berbahaya
Berdasarkan data terkini, total korban mencapai 156 orang termasuk keluarga siswa yang mengonsumsi sisa makanan tersebut. Hasil uji laboratorium menemukan kadar boraks sangat tinggi berkisar 100 hingga 5.000 miligram pada sampel sisa makanan.
Menanggapi temuan ini, Koordinator BGN Anambas, Sahril, mengonfirmasi bahwa sampel dari BPOM Batam juga positif mengandung bakteri E. coli. “Hasil uji laboratorium baru kami terima pada 28 April 2026 setelah pengujian intensif di Batam,” jelas Sahril sebagaimana dikutip dari kompas.com. Meskipun zat berbahaya sudah teridentifikasi, penyebab pasti pencemaran air dan makanan tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Sanksi Tegas dan Penutupan Operasional
Sebagai langkah preventif, BGN resmi menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Air Asuk. Unit penyedia ini dilarang beroperasi sampai memenuhi standar ketat dan memperbarui Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Langkah tegas ini diambil untuk menjamin keamanan pangan nasional di masa depan.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Anambas memastikan seluruh makanan bermasalah tersebut berasal dari satu sumber penyedia tunggal. Kepala Dinas Kesehatan Anambas, Feri Oktavia, menekankan bahwa distribusi makanan mencakup beberapa sekolah berbeda dengan sumber yang sama. BGN kini mewajibkan SPPG melakukan perbaikan total dalam pemenuhan standar gizi dan kebersihan.

Comment