HEADLINESIA.com, JAKARTA, 10 MEI 2026 – Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat menangani 252 siswa di Jakarta Timur yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis. Kini, sampel makanan sedang diuji laboratorium dinkes untuk memastikan penyebab insiden tragis tersebut.
Ratusan pelajar Jakarta Timur tumbang usai santap makan siang gratis. Pemprov DKI kini memperketat izin operasional dapur penyedia makanan di seluruh wilayah Jakarta.
Awalnya, laporan muncul terkait menu makanan yang terasa masam saat dikonsumsi para siswa. “Pemprov DKI Jakarta sangat prihatin dan menanggapi serius kasus dugaan keracunan pangan ini,” tegas Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta pada Minggu (10/5/2026) sebagaiana dikutip dari detik.com. Pihak berwenang segera mengambil tindakan medis darurat bagi para korban. Chico menjamin semua siswa akan mendapatkan perawatan terbaik hingga dinyatakan sembuh total.
Hasil Uji Lab Dinanti, Menu Masam Jadi Pemicu?
Selanjutnya, tim ahli kesehatan telah mengamankan sampel makanan dari lokasi kejadian tersebut. Hasil uji laboratorium diperkirakan baru akan rilis secara resmi pada pekan depan. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Dinas Kesehatan hingga Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini bertujuan untuk menginvestigasi secara menyeluruh rantai pasokan makanan gratis tersebut.
“Ada salah satu menu yang dilaporkan berasa masam. Sampel makanan sudah diambil untuk uji laboratorium di dinkes,” ujar Chico menambahkan. Pihaknya berjanji akan transparan dalam menyampaikan hasil pemeriksaan kepada publik.
Evaluasi Total: Mayoritas SPPG Belum Berizin Higienis
Menariknya, kasus ini mengungkap fakta mengejutkan soal standardisasi dapur penyedia makanan atau SPPG. SPPG Pulogebang 15 ternyata belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) saat beroperasi. “Dari total 609 SPPG di Jakarta, baru 167 yang memiliki SLHS,” ungkap Chico dengan nada tegas.
Oleh karena itu, Pemprov DKI akan mengevaluasi seluruh izin operasional penyedia makanan secara ketat. Proses pengurusan SLHS bagi ratusan unit usaha lainnya juga akan dipercepat. Hal ini sangat krusial demi menjamin keamanan pangan bagi jutaan siswa di Jakarta.

Comment