SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum
Home » Berita » Fakta: Pergeseran Anggaran Atas Instruksi Presiden

Fakta: Pergeseran Anggaran Atas Instruksi Presiden

Kemal Shahab Advokat Guernur Riau non Aktif Abdul Wahid saat mencecar Saksi di Persidangan Pengadilan Negeri Pekanbaru
Kemal Shahab Advokat Guernur Riau non Aktif Abdul Wahid saat mencecar Saksi di Persidangan Pengadilan Negeri Pekanbaru

HEADLINESIA.com, PEKANBARU, 7 MEI 2026 – Mantan PJ Sekda Riau, Taufik Oesman Hamid, memberikan kesaksian kunci dalam sidang kasus Gubernur non-aktif Abdul Wahid di Pengadilan Tipikor, Selasa (6/5/2026). Ia menegaskan proses pergeseran anggaran ketiga telah sesuai aturan dan tanpa intervensi gubernur.

Eks PJ Sekda Riau Taufik OH menegaskan pergeseran anggaran ke-3 murni keputusan TAPD tanpa campur tangan Gubernur non-aktif Abdul Wahid.

Payung Hukum dan Peran TAPD

Selain itu, Taufik menjelaskan bahwa pergeseran tersebut merujuk pada Surat Edaran Mendagri Nomor 900/833/SJ tahun 2025. Aturan ini fokus pada penyesuaian pendapatan serta efisiensi belanja daerah secara nasional.

Pada point 7 sangat dijelaskan bahwa “Dalam rangka pengawasan, Inspektorat Daerah selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melakukan monitoring dan evaluasi untuk penyesuaian anggaran pendapatan dalam APBD TA 2025 dan efesiensi belanja dalam pelaksanaan APBD TA 2025 dengan berpedoman pada Instruksi Presiden no. 1 Tahun 2025“. Inpres no. 1 tahun 2025 tersebut tentang Efisiensi Belanja APBN/APBD 2025

Di sisi lain, tidak diperlukan reviu APIP untuk hasil efisiensi pergeseran anggaran tersebut. Hal ini sesuai instruksi pusat guna mempercepat penyesuaian anggaran daerah. Tim TAPD yang dipimpin Taufik menyetujui usulan dari Dinas PUPR PKPP Riau secara kolektif.

Temuan Ombudsman di Cibinong Fasilitas Mewah: Napi Kelas Kakap Harvey Moes dan Ferdy Sambo ada disana

Menariknya, Taufik menegaskan tidak ada keterlibatan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam proses pergeseran ini. Keputusan tersebut sepenuhnya berada di bawah wewenang Tim TAPD sesuai peraturan perundang-undangan. Dalam proses ini, ia menjamin tidak ada pelanggaran administrasi maupun pidana.

Persoalan Tunda Bayar Warisan

Sementara itu, Advokat Kemal Sahab menjelaskan masalah tunda bayar merupakan beban dari tahun 2024. Saat itu, Abdul Wahid bahkan belum menjabat sebagai gubernur. Namun, Abdul Wahid tetap berkomitmen penuh untuk menyelesaikan seluruh tunggakan tersebut.

“Yang paling penting adalah pergeseran ini merupakan instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran,” jelas Kemal. Ia menambahkan bahwa SE Mendagri tidak mensyaratkan kewajiban reviu oleh inspektorat daerah.

Terakhir, Kemal menekankan bahwa reviu hanya wajib untuk tunda bayar sesuai Permendagri Nomor 77 Tahun 2020. Seluruh proses pergeseran ini pun faktanya telah dievaluasi oleh Kemendagri.

Sidang Korupsi Kuota Haji: Terkuak Skema 50:50 dan “Arahan” Jokowi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dalam Rapat bersama yang diselenggarakan Posko AJU. Kapolda Riau Memberikan paparan terkait beberapa kasus kebakaran hutan Dan lahan di Riau dan adanya dugaan infikasinketerlibatan Korporasi. Menamggapi Hal itu Presiden Prabowo Subuanto mengambil langkah tegas untuk pemeriksaan Dan investigasi lebih lanjut. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Presiden itu, meminta tersangka untuk di kirim ke Jakarta. #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

Ulama di Mimbar Pengadilan: Membaca Makna Kesaksian UAS dalam Sengkarut Politik Riau

02

Harga BBM di Riau Naik, Bagian Dampak Beban Pajak Daerah

03

Warga Tersangka Karhutla Riau 2026, Korporasi Kebal Hukum?

Headline News