HEADLINESIA.com, JAKARTA, 14 MEI 2026 – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menonaktifkan sementara dua pejabat Kemensos di Jakarta, Rabu (13/5/2026). Langkah tegas ini diambil demi kelancaran investigasi internal terkait dugaan masalah pengadaan barang program Sekolah Rakyat.
Gus Ipul bersihkan birokrasi Kemensos. Dua pejabat dicopot sementara demi usut tuntas dugaan maladministrasi proyek Sekolah Rakyat.
Sinyal Bersih-Bersih dan Konsultasi Hukum
Selanjutnya, dua orang yang dibebastugaskan adalah Kabag Layanan Pengadaan serta Kasubbag Perlengkapan. Gus Ipul menegaskan keputusan ini penting untuk menjaga objektivitas proses investigasi.
“Demi kelancaran proses pendalaman, saya membebastugaskan sementara mereka dari jabatannya,” ujar Gus Ipul saat konferensi pers.
Di sisi lain, Kemensos kini tengah berkoordinasi intensif dengan berbagai aparat penegak hukum. Gus Ipul mengaku sudah berkonsultasi secara informal dengan KPK, Kejaksaan, hingga pihak Kepolisian.
Hal tersebut dilakukan agar seluruh pengadaan barang bersifat akuntabel serta transparan. “Kami ingin memastikan pengadaan ini benar-benar bersih dari praktik korupsi,” tambahnya dengan tegas.
Temuan Potensi Maladministrasi Tim Khusus
Sementara itu, Wamen Jabo Priyono menyebut timnya menemukan indikasi masalah dalam proyek sepatu tahun 2025. Terdapat volume pengadaan besar namun keterbatasan waktu memicu munculnya potensi maladministrasi.
Walaupun prosedur umum sudah diikuti, terdapat sejumlah catatan penting yang harus segera didalami. “Perlu pendalaman lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dalam proses pengadaan tersebut,” tegas Jabo.
Sebagai tindak lanjut, Gus Ipul menginstruksikan Sekjen Robben Rico untuk segera melakukan rasionalisasi anggaran. Selain itu, Inspektorat Jenderal diminta melanjutkan investigasi secara menyeluruh terhadap seluruh unit kerja.

Comment