HEADLINESIA.com, JAKARTA, 12 MEI 2026 – Pengacara senior Todung Mulya Lubis menyoroti jalannya sidang Nadiem Makarim di Jakarta baru-baru ini. Ia meminta hakim waspada terhadap potensi kriminalisasi hukum dan menjaga independensi di tengah derasnya opini publik yang liar.
“Saya tidak ingin hukum dijadikan alat kriminalisasi atau sekadar dendam pribadi,”
Terkait hal itu, Todung mengaku sengaja menahan diri untuk menjaga etika profesi advokat. Ia merasa berasal dari tradisi lama yang sangat menjunjung tinggi kehati-hatian dalam berkomentar. “Ini etika yang saya dapatkan sejak dulu dalam praktik profesi,” tegas Todung secara lugas.
Kritik Ekosistem Hukum dan Opini Publik
Sejalan dengan itu, ia menilai ekosistem hukum kini berubah drastis akibat derasnya opini media sosial. Todung menyayangkan pemberitaan yang semakin subjektif dan mencampuradukkan fakta dengan opini pribadi semata. Ruang publik kini dipenuhi narasi yang sering kali mengabaikan prinsip keseimbangan informasi.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya prinsip equality in arms antara jaksa dan pembela. Muncul kekhawatiran dari tim pembela terkait keseimbangan proses persidangan yang sedang berjalan saat ini. Laporan resmi bahkan telah dilayangkan kepada Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial.
Menolak Kriminalisasi dan Pesan untuk Nadiem
Lebih lanjut, Todung belum melihat bukti kuat terkait dugaan keuntungan pribadi dalam perkara tersebut. Ia mengingatkan bahwa standar pembuktian harus mencapai tingkat beyond any reasonable doubt. “Saya tidak ingin hukum dijadikan alat kriminalisasi atau sekadar dendam pribadi,” ujarnya penuh penekanan.
Selaras dengan hal tersebut, tanggung jawab moral kini berada sepenuhnya di tangan majelis hakim. Hakim diharapkan memiliki kebijaksanaan tinggi karena setiap putusan dibuat demi keadilan berdasarkan Ketuhanan. Masyarakat kini sedang menguji integritas dan independensi hakim dalam memegang palu keadilan.
Terakhir, Todung menceritakan momen pertemuannya dengan mantan Mendikbudristek itu di sela-sela persidangan. Ia memberikan pesan moral agar Nadiem tetap optimis menghadapi proses hukum yang sedang bergulir. “Tetap sehat, tetap kuat, dan tetap optimis. Keadilan akan menang,” pungkasnya kepada awak media.

Comment