HEADLINESIA.com, PEKANBARU, 7 MEI 2026 – Sekretaris Daerah Riau memberikan kesaksian dalam sidang gubernur nonaktif Abdul Wahid di Pengadilan, Kamis (7/6/2026). Ia menegaskan upaya terdakwa melobi pemerintah pusat murni demi mengatasi keterbatasan anggaran dan masalah tunda bayar daerah.
Sekda Riau beberkan aksi Abdul Wahid “jemput bola” ke Jakarta demi menyelamatkan kas daerah yang sedang sekarat.
Terungkap dalam persidangan, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syanrial Abdi menyebut Abdul Wahid bekerja keras sejak awal menjabat. Langkah strategis ini diambil karena kondisi keuangan daerah sangat terbatas saat itu. Gubernur berupaya keras membuka peluang pendanaan melalui lobi intensif ke pemerintah pusat.
Diplomasi Anggaran ke Ibu Kota
Selain itu, Abdul Wahid juga aktif mendatangi sejumlah kementerian terkait. Beliau bahkan memboyong jajaran kepala dinas untuk memperjuangkan tambahan anggaran bagi Riau. “Gubernur berupaya mendapatkan anggaran ke pusat. Saya sebagai kepala dinas perkebunan juga dibawa saat itu,” ujar Syahrial Abdi di persidangan.
Senada dengan hal tersebut, Abdul Wahis berkomitmen menuntaskan masalah tunda bayar pada tahun 2025 yang merupakan warisan hutang pada tahun 2024. Strategi ini diharapkan membuat pengelolaan anggaran tahun 2026 berjalan lebih optimal bagi publik. “Gubernur sering meminta kami mengoptimalkan belanja karena sedang efisiensi anggaran,” tambahnya lagi.
Komunikasi Lintas Lembaga dan Harapan Fiskal
Lebih lanjut lagi, komunikasi dijalin hingga ke Kementerian Pertahanan dan Kejaksaan Agung. Langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk memperbesar peluang masuknya aliran dana ke Riau. Keinginan utama gubernur adalah memperkuat kemampuan keuangan daerah melalui dukungan dana pusat yang lebih besar.
Sebelumnya, Abdul Wahid juga sempat memboyong kepala daerah se-Riau ke Jakarta. Aksi kolektif ini merupakan bagian dari upaya bersama memperjuangkan tambahan anggaran pembangunan. Langkah ini dinilai sebagai terobosan fiskal di tengah tekanan anggaran daerah yang sangat ketat.

Comment