SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
Kabar Daerah
Home » Berita » BBM LANGKA: Mahasiswa dan Sopir Truk Demo di Balikpapan

BBM LANGKA: Mahasiswa dan Sopir Truk Demo di Balikpapan

Demo bbm di Balikpapan
Demo bbm di Balikpapan

HEADLINESIA.com, BALIKPAPAN, 5 MEI 2026 – Gabungan mahasiswa PMII dan sopir truk berdemo di depan Gedung DPRD Balikpapan, Senin (4/5), memprotes kelangkaan biosolar. Massa menuntut perbaikan distribusi dan penambahan kuota BBM guna mengakhiri antrean panjang yang menghambat ekonomi lokal.

Selanjutnya, aksi ini dipicu oleh sulitnya mendapatkan bahan bakar yang melumpuhkan aktivitas distribusi barang di Kalimantan Timur. Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, memilih pendekatan dialogis dengan duduk langsung di tengah massa untuk mendengar aspirasi.

8 Tuntutan Tegas untuk Mafia BBM

Dalam pertemuan tersebut, massa mengajukan delapan poin tuntutan termasuk pengawasan ketat distribusi dan penambahan titik SPBU. “Sehingga distribusi solar menjadi lebih efektif dan tidak terfokus pada satu lokasi,” tegas Alwi saat membacakan tuntutan.

  1. Memperketat pengawasan distribusi solar dan menindak tegas praktik penimbunan serta penyalahgunaan BBM bersubsidi
  2. Menambah SPBU di sejumlah titik, terutama untuk mengurai antrean di SPBU KM 13 dan KM 15
  3. Membuka kembali SPBU KM 9 khusus untuk bus dan kendaraan travel
  4. Memprioritaskan distribusi solar bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal
  5. Menuntaskan praktik penimbunan solar dan mengevaluasi aparat jika tidak mampu menyelesaikan persoalan
  6. Mengoperasikan SPBU selama 24 jam di titik-titik strategis
  7. Mengevaluasi dan menambah kuota biosolar oleh BPH Migas
  8. Mendesak Gubernur Kalimantan Timur turun tangan menyelesaikan persoalan distribusi BBM.

Selain itu, mereka mendesak pengoperasian SPBU selama 24 jam demi mengurai antrean yang mencapai ratusan unit kendaraan. Massa juga meminta penindakan tegas terhadap praktik penimbunan BBM bersubsidi yang diduga masih marak terjadi di lapangan.

Tenggat Waktu dan Ironi Kota Minyak

Massa memberikan tenggat waktu 7×24 jam bagi pihak berwenang untuk memberikan solusi nyata atas krisis energi ini. “Apabila tidak mampu, mereka mendesak Kapolresta dan Kapolda untuk mundur dari jabatannya,” tambah Alwi menjelaskan tuntutan massa.

Perjuangan Bayi 11 Bulan Lawan Hidrosefalus Parah

Terakhir, kondisi ini dinilai sangat ironis karena Balikpapan merupakan pusat industri migas terbesar namun kesulitan menyuplai solar. Pihak DPRD berjanji akan membawa perwakilan demonstran menemui BPH Migas di Jakarta guna menagih tambahan kuota BBM.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement