SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
Lifestyle
Home / Lifestyle / Kenapa Setelah Lebaran Sanyak yang Sakit?

Kenapa Setelah Lebaran Sanyak yang Sakit?

Ilustrasi: Sakit Setelah Lebaran
Ilustrasi: Sakit Setelah Lebaran

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 22 MARET 2026 – Dokter spesialis penyakit dalam Andi Khomeini Takdi Haruni memperingatkan lonjakan penyakit pasca Lebaran di Indonesia akibat interaksi sosial intens dan pola makan berlebih. Kondisi ini dipicu penurunan imunitas selama perjalanan mudik yang melelahkan pada pertengahan Maret 2026 ini.

Fenomena gangguan kesehatan seperti flu, batuk, hingga masalah pencernaan rutin mengintai usai perayaan Idul Fitri. Dr. Andi menjelaskan bahwa kerumunan besar menjadi faktor utama penyebaran virus yang masif. “Ketika ada satu orang yang sakit, penularannya jadi sangat mudah terjadi ke orang lain,” tegas Founder Junior Doctor Network (JDN) tersebut.

Ancaman Gula dan Imunitas yang Ambruk

Selain faktor interaksi, pola makan yang tidak terkontrol menjadi pemicu utama lainnya. Konsumsi hidangan khas Lebaran yang tinggi lemak dan gula seringkali melampaui batas normal. Jika konsumsi gula melebihi 40 gram per hari, daya tahan tubuh akan terdampak dan tubuh menjadi lebih mudah sakit. Kurangnya waktu istirahat akibat mobilitas tinggi juga memperburuk keadaan. Kurang tidur, terutama jika kurang dari 6 sampai 8 jam bagi orang dewasa, menurunkan kapasitas tubuh melawan kuman. Kondisi fisik yang terkuras selama perjalanan jauh membuat sistem imun tidak bekerja optimal.

Untuk memulihkan kondisi, masyarakat disarankan kembali ke pola hidup sehat, memperbanyak buah, dan melakukan aktivitas fisik ringan. Bagi pengidap komorbid seperti diabetes, obat-obatan yang biasa diminum jangan sampai terlewat untuk mencegah komplikasi serius pasca liburan.

Nastar Ratu Kue Lebaran bukan Asli Indonesia

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement