HEADLINESIA.com, JAKARTA, 3 JUNI 2026 – Mensesneg Prasetyo Hadi mengumumkan pencopotan pimpinan BGN pada Selasa malam. Langkah ini diambil Presiden Prabowo akibat buruknya tata kelola program MBG selama 18 bulan terakhir.
Presiden Prabowo mengambil langkah tegas merombak pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) usai menemukan banyak pelanggaran pada program Makan Bergizi Gratis.
Selanjutnya, Prasetyo menjelaskan alasan utama perombakan ini. Dadan Hindayana dinilai melanggar SOP pelaksanaan program andalan Prabowo. “Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola,” kata Prasetyo. Ia juga menyoroti mutu sajian MBG. “Termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas makanan yang ditetapkan,” tambahnya. Keputusan mutlak ini merupakan hasil evaluasi panjang Presiden.
Ribuan Dapur Makan Gratis Ditutup
Sementara itu, masalah di lapangan terbukti cukup fatal. Nanik pernah memaparkan data permasalahan suspend dapur. Ternyata, sebanyak 8.182 dari 27.208 dapur sempat disuspend. Kini, sebanyak 2.213 dapur masih dilarang beroperasi. Dapur itu belum memenuhi standar operasional BGN. “Sebagian besar suspend terjadi akibat masalah infrastruktur, manajemen organisasi, dan mutu gizi,” ungkap Nanik. Bahkan, ada dapur yang memicu kasus gangguan pencernaan.
Aturan Baru dan Susunan Pimpinan
Oleh karena itu, BGN kini memperketat aturan distribusi MBG. Setiap dapur wajib melayani 300 penerima kelompok 3B. Ini mencakup ibu hamil, menyusui, dan balita. Tenggat pemenuhannya ditetapkan hingga 2 Juni 2026. “SPPG yang tidak melayani kelompok 3B akan mendapat suspend mayor,” tegas Nanik. KSP Dudung Abdurachman juga rutin mengecek langsung ke lapangan.
Sebagai penutup, struktur pimpinan pusat BGN kini telah dirombak. Prabowo resmi mencopot Dadan, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung. Kini, posisi Kepala BGN diisi oleh Nanik Sudaryanti Deyang. Ia akan dibantu oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Comment