HEADLINESIA.com, PEKANBARU, 21 MEI 2026 – Sidang korupsi OTT Dinas PUPR Riau berlanjut di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (20/5/2026). Saksi membongkar kepanikan Kepala UPT dalam mempertahankan kursi jabatan.
Saksi ungkap manuver liar pejabat PUPR Riau. Mereka nekat cari perlindungan politik demi pertahankan jabatan.
Selanjutnya, saksi Hatta Said membeberkan fakta tersebut secara gamblang. Ia mengaku sempat dipanggil Kepala UPT Ardi Irfandi.
Takut Kena Mutasi
Kala itu, Ardi mencurahkan ketakutan rekan-rekannya sesama pejabat. Mereka cemas dicap “orang SF Hariyanto” dan berujung mutasi. Sebelumnya, Ardi bahkan sempat mengemis perlindungan kepada SF Hariyanto. Sayangnya, jawaban yang ia terima terasa sangat dingin. “Pandai-pandai kalian ajalah ke gubernur,” ujar Hatta menirukan Ardi.
Akibatnya, Ardi memaksa Hatta mengatur sebuah pertemuan khusus. Mereka ingin dihubungkan langsung dengan politisi Dani M Nursalam. Targetnya membuktikan bahwa mereka murni kelompok “bermarwah”.
Kemudian, pertemuan krusial pun terjadi di sebuah kafe. Dani ternyata memberikan respons yang cukup tajam. “Tak usah ikut politik, kerja aja yang betul,” tegur Dani.
Patahkan Dakwaan KPK
Lebih lanjut, Hatta menyinggung keberangkatan kontroversial ke Jakarta. Faktanya, para pejabat KUPT sangat aktif bahkan memboyong Hatta ke ibu kota. Selain itu, Basharuddin membiayai penuh seluruh tiket dan akomodasi. Hatta juga mengaku diberikan uang saku Rp5 juta.
Keterangan saksi ini membantah keras dakwaan KPK. Dakwaan menyebut Dani yang mengundang mereka ke Jakarta. Nyatanya, para Kepala UPT sangat agresif menyelamatkan jabatannya.

Comment