HEADLINESIA.com, PEKANBARU, 6 MEI 2026 – Gubernur nonaktif Riau, Abdul Wahid, membantah keras tudingan pelanggaran administrasi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor baru-baru ini. Beliau menegaskan bahwa percepatan anggaran dilakukan murni demi merespons keluhan infrastruktur masyarakat yang sudah sangat mendesak. Serta protes keras Abdul Wahid pada Persidangan soal kerja pada hari libur.
Selanjutnya, Wahid memaparkan kondisi riil jalanan di Riau yang rusak parah saat ia mulai menjabat. Langkah respons cepat menjadi keharusan untuk menangani laporan warga yang masuk tanpa jeda setiap hari.
Kerja Keras Hingga Dini Hari
Bahkan, ia mengaku sering meneruskan laporan masyarakat langsung kepada pejabat terkait agar segera dieksekusi tanpa penundaan. “Hampir tiap minggu ada laporan jalan rusak, semua saya teruskan ke Pak Sekdaprov dan Kadis,” ungkapnya lugas.
Selain itu, Wahid menekankan intensitas kerjanya sangat tinggi sebagai bentuk keseriusan membenahi kondisi daerah. “Saya tidur jam 3 subuh karena niat membangun Riau, tapi rapat hari libur pun kini dipersoalkan,” keluhnya.
Bantahan Soal Review APIP
Di sisi lain, persoalan absennya review APIP atas pergeseran anggaran juga diklarifikasi secara teknis oleh Wahid. Menurutnya, review APIP hanya relevan pada kondisi tertentu dan bukan merupakan sebuah bentuk pelanggaran hukum mutlak.
Apalagi, kegiatan yang berlandaskan Instruksi Presiden seharusnya bisa langsung berjalan setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) terbit. Wahid berpendapat bahwa menunggu proses tambahan hanya akan menghambat pelayanan publik yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah.
Akhirnya, Wahid meminta agar proses hukum ini tidak dibumbui narasi yang berlebihan atau terkesan mengada-ada. “Jangan didramatisir, seolah-olah tidak direview itu salah,” tegasnya. Beliau pun menutup pernyataan dengan peringatan bahwa hambatan birokrasi pada akhirnya hanya akan merugikan kepentingan rakyat luas.

Comment