SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Hukum
Home » Berita » Sidang Abdul Wahid: Ahli Forensik Bongkar Kelemahan Dakwaan

Sidang Abdul Wahid: Ahli Forensik Bongkar Kelemahan Dakwaan

Reza Indragiri memberikan keterangan kepada awak media setelah menjadi saksi ahli forensik untuk Perkara Abdul Wahid di Pekanbaru. headlinesia/Sarah
Reza Indragiri memberikan keterangan kepada awak media setelah menjadi saksi ahli forensik untuk Perkara Abdul Wahid di Pekanbaru. headlinesia/Sarah

HEADLINESIA.com, PEKANBARU, 27 JUNI 2026 – Sidang dugaan korupsi Abdul Wahid di PN Pekanbaru, Kamis (25/6/2026), memanas akibat kesaksian kritis psikolog forensik Reza Indragiri. Ia membedah kelemahan dakwaan jaksa terkait Mens Rea terdakwa.

Ahli forensik sebut dakwaan korupsi Abdul Wahid rapuh karena jaksa gagal buktikan motif keuntungan terdakwa.

Sebaliknya, Reza menyebut unsur niat jahat (mens rea) dalam dakwaan belum dibuktikan secara utuh oleh penuntut umum.

Skema Superior dan Tekanan Jabatan

Maka dari itu, ahli menawarkan skema Superior Order Defense untuk membedah paksaan jabatan pimpinan. Skema ilmiah ini menguji keterpaksaan bawahan saat melakukan kejahatan. Instrumen ini dinilai sangat penting guna memparipurnakan dakwaan atas keterpaksaan oleh bawahan.

Selain itu, kalimat ilustrasi “bulan hanya satu” yang multi-tafsir ini dinilai harus diuji secara ketat. Hakim wajib mengukur seberapa besar risiko konkret jika bawahan menolak perintah.

Pakar Pidana “Cium” Rekayasa Kasus di Sidang Abdul Wahid soal Bukti OTT

Dakwaan Lemah Tanpa Bukti Insentif

Sementara itu, suasana ruang sidang hening saat Reza membeberkan empat unsur mutlak korupsi. Unsur tersebut meliputi target, insentif, sumber daya, dan risiko kejahatan.

Lebih lanjut, pembuktian dinilai tidak sempurna jika ada unsur yang hilang dalam konstruksi perkara.

“Saya belum melihat jaksa bisa mengisi unsur yang kedua, yaitu insentif. Manfaat apa yang akan diperoleh oleh terdakwa dengan melakukan korupsi, kalau dia dianggap melakukan korupsi. Kalau ikhwal insentif itu belum terjawab, tidak ada datanya, maka pembuktian dakwaan ini lemah,” katanya.

“Kalau mens rea-nya tidak utuh, maka proses pembuktiannya tidak sempurna,” jelas Reza di persidangan.

“Kalau hakim sudah ragu, ya putusannya bebas,” tegasnya mengingatkan risiko fatal dakwaan yang tidak solid.

Chairul Huda Kritisi Dakwaan Alternatif di Sidang Abdul Wahid

Oleh karena itu, Reza menilai JPU belum membuktikan motif keuntungan bagi sang terdakwa.

Akhirnya, majelis hakim menunda sidang hingga Selasa, 2 Juli 2026 mendatang untuk menguji kebenaran materiil.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dr. Chairul Huda, SH, MH menjadi saksi ahli dalam Perkara Abdul Wahid. Dalam Keterangan kepada HEADLINESIA.com menjelaskan bahwa Dakwaan minim bukti bahkan terkesan dipaksakan. Apa pernyataan lengkapnya untuk kesaksian Abdul Wahid menurut Ahli Pidana kondang Indonesia ini? Simak di video berikut. Baca di: www.headlinesia.com #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

Rafi’i Bongkar Fakta dan Patahkan BAP Dani, Marjani tidak Dinas Malam itu

02

Patahkan BAP Dani M. Nursalam, Liza Beberkan Kejadian 2 November

03

Tata Maulana Bersaksi, Abdul Wahid: Jangan Berurusan dengan PU

04

Jemput Uang Pakai Kode “Volcom” lalu Dani Simpan uang 1M dirumahnya

05

UAS: Kalau Tidak ada Bukti, Orang yang Tertuduh Terzalimi

06

Tiga Keterangan Berbeda, Marjani: Saya Tidak Dinas

07

Hakim Delta Tamtama kepada Dani: Kecewa atau tidak itu Urusan Saudara

08

Jadi Saksi! SF Hariyanto akan Akui Uang 300Jt dan Curhat Ardi Besok?

Headline News










× Advertisement
× Advertisement