SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
Kabar Daerah
Home » Berita » Respons Lamban: Masinton Minta Maaf, Bobby Nasution Soroti Data

Respons Lamban: Masinton Minta Maaf, Bobby Nasution Soroti Data

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution bersama Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu bersama kepala OPD, mengunjungi ban berdialog secara langsung dengan para pengungsi warga desa Hutanabolon di Posko Pengungsian desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (26/12/2025)(Dok Pemprov Sumut )
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution bersama Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu bersama kepala OPD, mengunjungi ban berdialog secara langsung dengan para pengungsi warga desa Hutanabolon di Posko Pengungsian desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (26/12/2025)(Dok Pemprov Sumut )

HEADLINESIA.com, PANDAN, 15 APRIL 2026 –Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat atas lambannya penanganan pascabencana di GOR Pandan, Selasa (14/4/2026). Pengakuan dosa birokrasi ini muncul karena sistem pelayanan publik dinilai gagal merespons kebutuhan mendesak warga terdampak secara cepat.

Selanjutnya, Masinton mengakui bahwa pemerintah daerah belum optimal menyalurkan bantuan jaminan hidup bagi warga. Dia menegaskan Musrenbang 2026 harus menjadi momentum kebangkitan total bagi seluruh wilayah Tapanuli Tengah. “Ini juga kesalahan saya,” ungkap Masinton dengan nada tegas di hadapan para peserta forum tersebut.

Borok Birokrasi Terbongkar

Namun, masalah ternyata jauh lebih dalam dari sekadar keterlambatan teknis di lapangan saat ini. Masinton memaparkan adanya kelemahan fundamental dalam sistem perencanaan kinerja Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Menurutnya, indikator kinerja yang ada saat ini tidak spesifik dan targetnya sangat tidak realistis.

“Pemerintah tidak boleh berjalan tanpa sistem, tanpa standar, dan tanpa evaluasi,” tegas Masinton saat memaparkan evaluasi. Selain itu, ia menyoroti risiko pemborosan anggaran jika pola kerja aparatur sipil negara tidak segera berubah. Akibatnya, kepercayaan pemerintah pusat bisa menurun dan berdampak pada pemotongan transfer anggaran ke daerah.

Sentilan Keras Bobby Nasution

Di sisi lain, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution ikut memberikan teguran keras terkait validasi data. Bobby menyebutkan bahwa anggaran bantuan sebenarnya sudah tersedia namun terhambat oleh lambatnya pengiriman data daerah. Warga Desa Lubuk Ampolu mengeluh belum menerima jatah hidup akibat pendataan yang tidak kunjung selesai.

1 Juta Dollar AS akan di serahkan ke Pansus Haji DPR tapi Gagal

“Pesan saya, sering-sering melototin data masyarakat sebelum dan sesudah tidur,” ujar Bobby dengan nada menyentil. Menurutnya, akurasi data korban bencana menjadi kunci utama agar bantuan tepat sasaran dan tidak menyalahi aturan. Ia meminta jajaran camat hingga kepala desa menjadikan validasi data sebagai menu harian yang wajib tuntas.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement