SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum
Home » Berita » Panen Kasus, KPK Tangkap 5 Bupati dan 1 Walikota

Panen Kasus, KPK Tangkap 5 Bupati dan 1 Walikota

Anggota Tim Jubir KPK Budi Prasetyo dalam keterangan Pers beberapa waktu lalu. foto: Tangkapan Layar kompas.com
Anggota Tim Jubir KPK Budi Prasetyo dalam keterangan Pers beberapa waktu lalu. foto: Tangkapan Layar kompas.com

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 11 APRIL 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan enam kepala daerah asal Jawa dan Sumatera. Retang waktu Januari hingga April 2026 akibat dugaan suap proyek serta jual beli jabatan guna membersihkan birokrasi dari praktik Korupsi.

Fenomena “panen” koruptor ini menandai agresivitas lembaga antirasuah di awal tahun. Genderang perang terhadap korupsi di tingkat daerah ditabuh lewat aksi ganda pada 19 Januari 2026. Tim penindakan bergerak simultan di Madiun dan Pati untuk mengamankan Wali Kota Madiun, Maidi, dan Bupati Pati, Sudewo. Keduanya terseret dugaan suap proyek infrastruktur dan praktik jual beli jabatan.

Modus THR dan Jual Beli Jabatan di Jawa Tengah

Intensitas operasi kian memanas saat memasuki bulan Maret. Dua pemimpin daerah di Jawa Tengah, yakni Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, menyusul ke rutan. Modus yang digunakan semakin beragam dan miris. Syamsul diduga nekat melakukan pemerasan terhadap bawahannya sendiri. Uang hasil pungutan tersebut disinyalir bakal digunakan untuk mengumpulkan dana Tunjangan Hari Raya (THR) demi kepentingan pribadi.

Tak berhenti di Jawa, radar KPK menjangkau Sumatera dengan meringkus Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari. Rentetan operasi ini ditutup sementara oleh penangkapan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, pada 10 April 2026. Gatut menjadi kepala daerah keenam yang terpaksa mengenakan rompi oranye setelah terjaring operasi senyap di Jawa Timur.

Peringatan Keras untuk Sistem Pengawasan Daerah

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa masifnya penangkapan ini merupakan alarm keras bagi tata kelola pemerintahan di daerah. Lemahnya sistem pengawasan internal menjadi celah lebar bagi para pejabat untuk menilap uang rakyat.

29 Wilayah Malaysia Terdampak Asap

“Kami tidak akan berhenti. Penangkapan ini adalah peringatan keras bagi pejabat lain agar tidak bermain-main dengan uang rakyat, terutama dalam pengadaan barang dan jasa serta pengisian jabatan,” tegas Budi di Gedung KPK.

Saat ini, keenam tersangka telah menjalani masa penahanan di Rutan KPK untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Penyidik tengah mendalami keterlibatan pihak swasta dan kemungkinan adanya aliran dana ke pihak lain dalam jaringan suap masing-masing daerah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dalam Rapat bersama yang diselenggarakan Posko AJU. Kapolda Riau Memberikan paparan terkait beberapa kasus kebakaran hutan Dan lahan di Riau dan adanya dugaan infikasinketerlibatan Korporasi. Menamggapi Hal itu Presiden Prabowo Subuanto mengambil langkah tegas untuk pemeriksaan Dan investigasi lebih lanjut. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Presiden itu, meminta tersangka untuk di kirim ke Jakarta. #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

BAIC BJ40 Mobil Boss Sawit Unjuk Gigi di SIEXPO 2026 Pekanbaru

02

Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Riau, Titik Panas Sumatra Tembus 2.945

03

Sengketa Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru: Pemborong Tagih Rp15,3 M

Headline News