HEADLINESIA.com, JAMBI, 27 AGUSTUS 2026 – Kabut asap Jambi akibat kebakaran hutan mulai mengancam kehidupan warga. Kualitas udara memburuk sehingga memicu berbagai gangguan kesehatan. Warga mengeluhkan sesak napas hingga mata perih pada Rabu (26/8/2026).
Oleh karena itu, kegiatan pendidikan ikut terdampak cukup parah. Pemerintah daerah resmi menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh. Keputusan ini berlaku selama beberapa hari ke depan.
Akibatnya, warga bernama Untung sangat merasakan dampak buruk ini. Ketiga anaknya mendadak sakit dalam lima hari terakhir. Mereka terus mengalami batuk, pilek, dan sesak napas.
“Sebenarnya ingin libur, cuma kami tidak bisa kerja,” keluh Untung. Ia terpaksa memakai masker saat mencari nafkah di luar. Jika tidak bekerja, keluarganya tentu tidak akan memiliki uang.
Dampak Karhutla Jambi pada Sekolah
Sementara itu, pemerintah provinsi mengambil langkah antisipasi secara cepat. Pemprov Jambi menerbitkan edaran penyesuaian kegiatan belajar mengajar. Aturan ini menyesuaikan kondisi kualitas udara di setiap wilayah.
Selanjutnya, Kepala Dinas Kominfo Jambi, Ariansyah, membenarkan hal tersebut. “SE itu benar,” ujar Ariansyah pada Selasa (25/8/2026).
Namun, kebijakan belajar daring ini tidak serentak untuk semua. Kepala daerah wajib memantau tingkat kualitas udara terlebih dahulu. “Jika masuk kategori berbahaya, belajar boleh dialihkan ke rumah,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, Wali Kota Jambi Maulana turut bertindak. Ia segera meliburkan siswa kelas bawah yang lebih rentan. “Untuk kelas atas yang memiliki asma juga diliburkan,” ujarnya.
Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan
Selain mengganggu kesehatan, luas kebakaran hutan Jambi terus bertambah. Lahan terbakar telah mencapai 916,26 hektare pada Selasa (25/8/2026). Kondisi ini menuntut penegakan hukum yang sangat tegas.
Menanggapi situasi ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersikap tegas. Ia memastikan tiga perusahaan di Jambi sedang menjalani proses pidana.
“Untuk di Jambi, ada tiga perusahaan yang masuk pidana,” ungkapnya. Ia menjamin aparat menindak pelaku tanpa memandang skala perusahaan. Tujuannya jelas agar ada efek jera bagi para pelaku pembakaran.

Comment