SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politik
Home » Berita » Kontroversi Undangan Pernikahan Anak BNPB

Kontroversi Undangan Pernikahan Anak BNPB

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menjelaskannsoal OMC, Selasa (12/8/2025). (KOMPAS.com/ZINTAN PRIHATINI)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menjelaskannsoal OMC, Selasa (12/8/2025). (KOMPAS.com/ZINTAN PRIHATINI)

Penggunaan kop surat resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk undangan rapat kepanitiaan pernikahan anak sang Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyulut sorotan publik. Sekretaris Utama BNPB, Rustian, yang namanya tercantum sebagai penandatangan undangan, telah memberikan klarifikasi atas viralnya dokumen tersebut di media sosial.


HEADLINESIA.com, JAKARTA, 24 AGUSTUS 2025 – Sebuah undangan rapat yang beredar luas di platform media sosial memantik gelombang kritik. Dokumen tersebut memanggil 92 orang untuk menghadiri rapat panitia yang terkait dengan acara pernikahan putri Kepala BNPB, Amadhea, dengan pasangannya, Derry. Yang menjadi titik pangkal kontroversi adalah penggunaan kop surat dinas BNPB secara resmi untuk kepentingan acara pribadi keluarga atasan.

Undangan yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, tersebut menjadwalkan rapat pada Rabu, 13 Agustus 2025. Acara direncanakan digelar di Ruang Rapat Aula Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta Timur. Daftar panjang para undangan yang mencapai 92 nama juga turut menjadi perhatian, karena mencakup sejumlah pejabat tinggi.

Menanggapi viralnya undangan ini, Rustian menggelar konferensi pers singkat yang ditayangkan melalui kanal YouTube BNPB pada Sabtu (23/8/2025). Dalam pernyataannya, Rustian membenarkan keaslian dokumen tersebut. Ia menjelaskan bahwa para undangan merupakan panitia yang ditunjuk oleh Kepala BNPB Suharyanto untuk membantu wedding organizer (WO).

“Undangan tersebut ditujukan kepada panitia yang sudah ditentukan oleh beliau. Panitia ini ada internalnya BNPB, ada juga di sebagian angkatannya beliau, termasuk juga koalisinya,” jelas Rustian membuka klarifikasi.

Temuan Ombudsman di Cibinong Fasilitas Mewah: Napi Kelas Kakap Harvey Moes dan Ferdy Sambo ada disana

Lebih lanjut, Rustian beralasan bahwa rapat diperlukan untuk mengkoordinasikan seluruh personel kepanitiaan yang jumlahnya besar, baik dari internal BNPB maupun luar. “Jadi artinya dengan sudah terbentuknya panitia ini, maka perlu diadakan rapat pertama kalinya untuk membantu WO yang sudah beliau tunjuk,” tambahnya.

Mengenai waktu pelaksanaan dan penggunaan fasilitas negara, Rustian berdalih bahwa momen tersebut adalah satu-satunya waktu yang bisa digunakan mengingat kesibukan Sang Kepala BNPB yang sedang menangani berbagai bencana alam. “Sehingga waktu itu lah bisa dikumpulkan dan di waktu itu bisa dilaksanakan. Sehingga memakai KOP BNPB,” ujarnya.

Meski demikian, Rustian mengakui adanya kesalahan prosedural dalam penggunaan kop surat dinas untuk keperluan pribadi. “Jika seandainya itu ada permasalahan, ya kami atas nama panitia, menyampaikan terima kasih atas koreksinya, sehingga di kemudian hari akan memperbaiki hal tersebut,” janjinya menutup pernyataan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dalam Rapat bersama yang diselenggarakan Posko AJU. Kapolda Riau Memberikan paparan terkait beberapa kasus kebakaran hutan Dan lahan di Riau dan adanya dugaan infikasinketerlibatan Korporasi. Menamggapi Hal itu Presiden Prabowo Subuanto mengambil langkah tegas untuk pemeriksaan Dan investigasi lebih lanjut. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Presiden itu, meminta tersangka untuk di kirim ke Jakarta. #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

Ulama di Mimbar Pengadilan: Membaca Makna Kesaksian UAS dalam Sengkarut Politik Riau

02

29 Wilayah Malaysia Terdampak Asap

03

Harga BBM di Riau Naik, Bagian Dampak Beban Pajak Daerah

Headline News