SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politik
Home » Berita » Bursa Calon Ketum PBNU Memanas, Voice Voter Power 2029?

Bursa Calon Ketum PBNU Memanas, Voice Voter Power 2029?

Wakil Presiden 2029?
Wakil Presiden 2029?

HEADLINESIA.com, PEKANBARU, 28 AGUSTUS 2026 – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pesantren Bahrul Ulum Jombang, Jawa Timur. Forum tertinggi ini menghimpun ratusan utusan pengurus NU seluruh Indonesia untuk menentukan arah organisasi lima tahun mendatang.

Sementara itu, bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama kini mulai mengerucut pada beberapa figur kuat. Sejumlah tokoh pesantren hingga pejabat negara terus bermunculan meramaikan kompetisi kepemimpinan tertinggi Ormas Islam tersebut.

Tiga Figur Kunci di Bursa Ketum PBNU

Selanjutnya, tiga nama utama sukses mencuri perhatian publik dalam perhelatan akbar di Jombang ini. Mereka adalah KH Abdul Hakim Mahfudz, Yusuf Chudlori, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Selain tiga nama tersebut, beberapa kandidat lain juga meramaikan bursa calon pemimpin PBNU. Tokoh seperti petahana Yahya Cholil Staquf hingga Zulfa Mustofa turut bersaing ketat.

Peta Politik 2029 dan Analisis Pengamat

Di sisi lain, pengamat politik muda Shodik Purnomo menilai persaingan ini sarat dengan agenda politik nasional. Ia meyakini dinamika Muktamar berkaitan erat dengan arah peta koalisi Pemilu Presiden 2029 mendatang.

PN Jaksel Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah, Penggeledahan Sah

Lebih lanjut, Shodik menyoroti langkah mengejutkan Nasaruddin Umar yang rela melepas jabatan menterinya. “Pengunduran diri Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk maju menjadi Ketua Umum PBNU sangat mengejutkan saya,” tegas Shodik.

Oleh sebab itu, ia membaca ada strategi pembentukan basis massa pemilih yang sangat solid menuju 2029. “Saya melihat ada upaya membangun voice voter power baru untuk pertarungan politik mendatang,” lanjutnya.

Kemudian, Shodik mengaitkan dinamika ini dengan manuver catur politik Presiden Prabowo dan Joko Widodo atas peristiwa beberapa lalu yang disampaikan Ketua Umum Projo Budi Arie. Dimana saat itu ada Jokowi di sebelahnya dengan menyapaikan “Percepatan Pemilu”. “Analisis saya, Prabowo memainkan langkah catur dengan memasang Nasaruddin Umar tanpa melepas Gibran,” ujarnya.

Sebagai penutup, ia menambahkan bahwa PDI Perjuangan saat ini memilih mengambil sikap memantau situasi. “Saat ini PDIP berada pada posisi wait and see dan tentu tidak mendekat ke Jokowi,” pungkas Shodik.

900 orang kena ISPA di Paser

Latest Posts

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dalam Rapat bersama yang diselenggarakan Posko AJU. Kapolda Riau Memberikan paparan terkait beberapa kasus kebakaran hutan Dan lahan di Riau dan adanya dugaan infikasinketerlibatan Korporasi. Menamggapi Hal itu Presiden Prabowo Subuanto mengambil langkah tegas untuk pemeriksaan Dan investigasi lebih lanjut. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Presiden itu, meminta tersangka untuk di kirim ke Jakarta. #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

BAIC BJ40 Mobil Boss Sawit Unjuk Gigi di SIEXPO 2026 Pekanbaru

02

Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Riau, Titik Panas Sumatra Tembus 2.945

03

Sengketa Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru: Pemborong Tagih Rp15,3 M

Headline News