SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum
Home » Berita » Pilu, Detak Jantung 5 orang Latsarmil Kopdes Merah Putih Berhenti

Pilu, Detak Jantung 5 orang Latsarmil Kopdes Merah Putih Berhenti

5 orang perserta latsarmil kopdes merah putih yang meninggal dunia
5 orang perserta latsarmil kopdes merah putih yang meninggal dunia

Lima peserta Latsarmil Kopdes meninggal dunia. MenHAM Natalius Pigai langsung mendesak Kemenhan mengevaluasi sistem pendidikan militer tersebut.

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 29 JUNI 2026 – Menteri HAM Natalius Pigai mendesak Kementerian Pertahanan mengevaluasi Latsarmil. Langkah ini merespons meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa. Peristiwa tragis tersebut terjadi selama program pelatihan militer berlangsung.

Selanjutnya, Pigai menolak keras pelatihan fisik yang terlalu berlebihan. Ia menilai pembentukan karakter peserta tidak wajib bergaya militer. “Saya sarankan sistem pendidikannya dievaluasi secara menyeluruh,” tegas Pigai.

Oleh karena itu, penguatan mental bisa lewat cara lain. Pendekatan itu meliputi peningkatan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kejujuran. “Harus menghindari latihan fisik yang berlebihan,” ujarnya menegaskan.

Investigasi Kematian Peserta Latsarmil

Selain evaluasi, Menteri HAM meminta pengusutan kasus secara profesional. Penyelidikan ini penting untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. KemenHAM bahkan siap menerjunkan tim untuk memantau langsung. “Lima peserta yang meninggal itu perlu diselidiki secara profesional,” ucapnya.

Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Riau, Titik Panas Sumatra Tembus 2.945

Kronologi 5 Calon Manajer Gugur

Sementara itu, Kemenhan mengungkap detail rentetan kejadian memilukan ini. Kepala BPSDM Kemenhan, Mayjen Ketut Gede Wetan memberikan penjelasan resminya. Korban pertama bernama Nola Dya Sari asal satuan Kalimantan. Ia wafat pada hari Jumat, 26 Juni 2026. Nola mengeluh sesak napas sebelum mengalami henti jantung mendadak.

Kemudian, peserta bernama Anisa Muyassaroh wafat akibat serangan panas. Insiden mematikan tersebut berlangsung pada tanggal 18 Juni 2026. Lalu, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal pada 17 Juni 2026. Dokter mendiagnosis Yonanda mengalami henti jantung saat mengikuti pelatihan.

Berikutnya, Novia Rahmadhani Sihotang turut mengembuskan napas terakhirnya. Novia wafat pada 22 Juni 2026 karena penyakit tuberkulosis paru. Terakhir, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan meninggal di ruang ICU. Rifki wafat pada 26 Juni 2026 usai mengalami sesak napas.

Kesimpulannya, pemerintah wajib memprioritaskan keselamatan dan perlindungan warga sipil. Para peserta ini hanya bersiap untuk mengelola ekonomi masyarakat. “Aspek keselamatan, kesehatan, dan perlindungan peserta harus menjadi prioritas,” pungkas Pigai.

Skandal Jual Beli Kursi Unsoed Tarif hingga Rp500 Juta

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dr. Chairul Huda, SH, MH menjadi saksi ahli dalam Perkara Abdul Wahid. Dalam Keterangan kepada HEADLINESIA.com menjelaskan bahwa Dakwaan minim bukti bahkan terkesan dipaksakan. Apa pernyataan lengkapnya untuk kesaksian Abdul Wahid menurut Ahli Pidana kondang Indonesia ini? Simak di video berikut. Baca di: www.headlinesia.com #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

BAIC BJ40 Mobil Boss Sawit Unjuk Gigi di SIEXPO 2026 Pekanbaru

02

Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Riau, Titik Panas Sumatra Tembus 2.945

03

Sengketa Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru: Pemborong Tagih Rp15,3 M

Headline News