SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum
Home » Berita » KPK Berpeluang Periksa Lagi Japto Soerjosoemarno dan Ahmad Ali

KPK Berpeluang Periksa Lagi Japto Soerjosoemarno dan Ahmad Ali

Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/8/2019). Japto datang bersama sejumlah jajaran pengurus, termasuk Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila Bambang Soesatyo.(KOMPAS.com/Ihsanuddin)
Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soelistyo Soerjosoemarno menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/8/2019). Japto datang bersama sejumlah jajaran pengurus, termasuk Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila Bambang Soesatyo.(KOMPAS.com/Ihsanuddin)

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 19 FEBRUARI 2026 – KPK berpeluang kembali memanggil Japto Soerjosoemarno, Ahmad Ali, dan Said Amin terkait kasus gratifikasi eks Bupati Kukar, Rita Widyasari. Langkah ini menyusul penetapan tiga korporasi batu bara sebagai tersangka guna menelusuri aliran uang haram tersebut di Jakarta, Kamis (19/2).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan tiga perusahaan batu bara di Kutai Kartanegara, yakni PT Sinar Kumala Naga, PT Alamjaya Barapratama, dan PT Bara Kumala Sakti sebagai tersangka. Korporasi ini diduga kuat menjadi alat bagi Rita Widyasari untuk mengeruk keuntungan ilegal dari sektor pertambangan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penyidik membutuhkan keterangan para elite Pemuda Pancasila (PP) tersebut untuk memperjelas simpul perkara. “KPK tentunya terbuka kemungkinan untuk memanggil saksi-saksi yang bisa menjelaskan terkait dugaan praktik penerimaan gratifikasi melalui tiga korporasi tersebut dan aliran uangnya,” ungkap Budi melalui pesan tertulis.

Tiga Perusahaan Jadi Alat Pencucian Uang

Penyidikan terbaru ini berfokus pada dugaan penerimaan gratifikasi senilai US$3,3 hingga US$5 per metrik ton batu bara. Rita disinyalir menyamarkan dana tersebut lewat berbagai skema Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sebelumnya, penyidik telah menggeledah rumah Japto dkk dan menyita bukti berupa uang puluhan miliar serta deretan mobil mewah.

“Ketiga perusahaan ini diduga menjadi alat untuk melakukan penerimaan gratifikasi oleh RW dari perusahaan-perusahaan yang memproduksi atau menjual batu bara,” tegas Budi. Hingga saat ini, KPK terus mendalami sejauh mana keterkaitan para saksi dengan aliran dana yang mengalir dari ketiga perusahaan tersangka tersebut.

Temuan Ombudsman di Cibinong Fasilitas Mewah: Napi Kelas Kakap Harvey Moes dan Ferdy Sambo ada disana

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dalam Rapat bersama yang diselenggarakan Posko AJU. Kapolda Riau Memberikan paparan terkait beberapa kasus kebakaran hutan Dan lahan di Riau dan adanya dugaan infikasinketerlibatan Korporasi. Menamggapi Hal itu Presiden Prabowo Subuanto mengambil langkah tegas untuk pemeriksaan Dan investigasi lebih lanjut. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Presiden itu, meminta tersangka untuk di kirim ke Jakarta. #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

Ulama di Mimbar Pengadilan: Membaca Makna Kesaksian UAS dalam Sengkarut Politik Riau

02

29 Wilayah Malaysia Terdampak Asap

03

Harga BBM di Riau Naik, Bagian Dampak Beban Pajak Daerah

Headline News