SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement
Politik
Home » Berita » Mas Wapres Kena Ulti Mahasiswa, Apa saja Tuntutannya?

Mas Wapres Kena Ulti Mahasiswa, Apa saja Tuntutannya?

Wapres Gibran Rakabuming Raka Temui 15 Utusan Mahasiswa untuk berdialog
Wapres Gibran Rakabuming Raka Temui 15 Utusan Mahasiswa untuk berdialog

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 16 JUNI 2026 – Mahasiswa UBK dan Universitas MH Thamrin menggelar demo di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (15/6/2026). Mereka menuntut Wapres Gibran segera mengevaluasi enam kebijakan pemerintah.

Tegang di Garis Depan

Awalnya, aksi demo mahasiswa ini sempat memanas. Massa mencoba mendobrak barikade milik aparat keamanan. Bahkan, beberapa peserta aksi nekat membakar ban. “Tolong dengarkan aspirasi kami. Bukakan jalan Pak Polisi,” seru orator. Namun, situasi kembali tenang berkat arahan koordinator lapangan.

Gibran Terima Perwakilan

Selanjutnya, suasana berubah kondusif pada sore hari. Sebanyak 15 perwakilan mahasiswa akhirnya diterima Wapres Gibran. Pertemuan tertutup ini berlangsung lancar di Istana Wapres. Mereka menyerahkan memorandum berisi tiga klaster tuntutan utama. Tuntutan krusial itu mencakup yaitu fiskal dan pendidikan, hukum dan supremasi sipil, serta moneter dan energi. Mahasiswa meminta pemerintah mengevaluasi program MBG, meninjau kembali UU Polri, menjaga stabilitas rupiah, serta membatalkan kenaikan harga Pertamax yang dinilai membebani masyarakat. Mahasiswa juga menuntut pemerintah mengalihkan efisiensi anggaran untuk mensubsidi uang kuliah tunggal (UKT) ataupun biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan pendidikan terjangkau

Ultimatum 5 Hari

Akhirnya, para mahasiswa memberikan batas waktu yang tegas. “Kami memberikan waktu 5×24 jam. Jika tidak terealisasi, kami akan aksi berjilid-jilid,” ujar M Abdi Maludin. Di sisi lain, Gibran secara terbuka mengakui pemerintah masih memiliki banyak kekurangan. “Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak,” kata Gibran. Ia berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Presiden Prabowo. Sementara itu, Stafsus Wapres Nicolaus Teguh menyebut draf tuntutan akan dipelajari. “Akan kita pelajari kan tadi masih kertas-kertas,” tutup Nicolaus.

BEM Bersatu: Aksi Mahasiswa Diduga “Disusupi” Elite Politik

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement