SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar Daerah
Home » Berita » 73% Penduduk Indonesia Masuk Kategori Miskin

73% Penduduk Indonesia Masuk Kategori Miskin

73% Penduduk Indonesia Masuk Kategori Miskin
73% Penduduk Indonesia Masuk Kategori Miskin

headlinesia.comJakarta, 11 Juni 2025 — Bank Dunia secara resmi merevisi garis kemiskinan global ke atas setelah mengadopsi standar paritas daya beli (PPP) terbaru 2021, menggantikan patokan sebelumnya berbasis PPP 2017. Perubahan ini berdampak signifikan pada statistik kemiskinan dunia, termasuk Indonesia, di mana jumlah penduduk miskin secara perhitungan kasar melonjak hingga 208,38 juta jiwa (73,1% populasi).

Revisi ini didasarkan pada pembaruan data Purchasing Power Parities (PPP) 2021 yang dipublikasikan Bank Dunia melalui The International Comparison Program (ICP) edisi Mei 2025. PPP digunakan sebagai alat ukur standar untuk membandingkan daya beli antarnegara dengan menyesuaikan perbedaan harga barang/jasa dan nilai tukar. Dalam dokumen “June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform (PIP)” (10/6/2025), Bank Dunia menegaskan:

“Penerapan PPP tahun 2021 menyiratkan revisi garis kemiskinan global.”

Tiga Garis Kemiskinan yang Naik

Bank Dunia menaikkan tiga kategori garis kemiskinan:

  1. Kemiskinan ekstrem internasional: dari US$2,15 (PPP 2017) menjadi US$3,00 (PPP 2021).
  2. Negara berpendapatan menengah bawah: dari US$3,65 menjadi US$4,20.
  3. Negara berpendapatan menengah atas (termasuk Indonesia): dari US$6,85 menjadi US$8,30.

Dampak Global: Jumlah Miskin Membengkak

Revisi ini menyebabkan kenaikan tajam jumlah penduduk miskin di seluruh dunia:

BAIC BJ40 Mobil Boss Sawit Unjuk Gigi di SIEXPO 2026 Pekanbaru

  • Kemiskinan ekstrem:
    • Asia Timur & Pasifik: 20,3 juta → 54 juta.
    • Sub-Sahara Afrika: 448 juta → 558,8 juta (dua pertiga miskin ekstrem global).
  • Garis menengah atas (US$8,30):
    • Asia Timur & Pasifik: 584,2 juta → 679,2 juta.
    • Eropa & Asia Tengah: 40,3 juta → 59,3 juta.

Implikasi untuk Indonesia

Berdasarkan Macro Poverty Outlook Bank Dunia (April 2025), Indonesia sebelumnya mencatat 171,91 juta penduduk miskin (60,3% populasi) dengan patokan US$6,85 (PPP 2017). Dengan kenaikan garis kemiskinan menjadi US$8,30 (PPP 2021), perhitungan kasar menggunakan asumsi linier menunjukkan:

  • Jumlah penduduk miskin208,38 juta jiwa (naik 36,47 juta).
  • Tingkat kemiskinan73,1% dari populasi 2024 (285,1 juta jiwa).

Catatan kritis: Angka ini merupakan estimasi berbasis kenaikan proporsional PPP dan belum diumumkan resmi oleh Bank Dunia.

PPP (Purchasing Power Parities) adalah metode statistik untuk membandingkan daya beli mata uang antarnegara melalui harga barang/jasa identik. Nilai dolar AS di sini bukan kurs pasar, melainkan penanda paritas daya beli.

Proyeksi Dunia yang Suram

Bank Dunia menekankan bahwa kenaikan garis kemiskinan ini merefleksikan realitas ekonomi terkini, terutama di kawasan rentan seperti Afrika Sub-Sahara. Tanpa intervensi kebijakan mendesak, target pengentasan kemiskinan global terancam mundur.

#headline #headlinesia #beritaheadline

Berhadiah 20M, Prabowo: Tidak Boleh ada Kota di Indonesia yang Jorok

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dr. Chairul Huda, SH, MH menjadi saksi ahli dalam Perkara Abdul Wahid. Dalam Keterangan kepada HEADLINESIA.com menjelaskan bahwa Dakwaan minim bukti bahkan terkesan dipaksakan. Apa pernyataan lengkapnya untuk kesaksian Abdul Wahid menurut Ahli Pidana kondang Indonesia ini? Simak di video berikut. Baca di: www.headlinesia.com #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

BAIC BJ40 Mobil Boss Sawit Unjuk Gigi di SIEXPO 2026 Pekanbaru

02

Sengketa Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru: Pemborong Tagih Rp15,3 M

03

Staf KPK ditahan KPK Bersama Bupati Pemalang

Headline News