SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titik Fokus
Home » Berita » Karhutla 2026 melonjak hingga 52 ribu hektare

Karhutla 2026 melonjak hingga 52 ribu hektare

ilustrasi kebakaran lahan dan hutan
ilustrasi kebakaran lahan dan hutan

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 26 APRIL 2026 – Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan percepatan penanganan Karhutla di Riau dan Kalimantan Barat pada Sabtu (26/04/2026) setelah data SiPongi menunjukkan luas lahan terbakar mencapai 52 ribu hektare akibat kemarau ekstrem.

Karhutla 2026 melonjak hingga 52 ribu hektare. Menteri LH desak aksi efisien dan kolaboratif guna tekan biaya operasional di tengah krisis BBM global.

Angka mengkhawatirkan ini terpantau melalui sistem SiPongi dalam beberapa hari terakhir secara nasional. Penambahan luas lahan terbakar ini tercatat naik berkali-kali lipat daripada tahun 2025. Fokus utama pemadaman kini menyasar wilayah Riau dan Kalimantan Barat.

Aksi Cepat Melawan Kemarau Panjang

Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah mengidentifikasi musim kemarau panjang sebagai penyebab utama bencana. Rendahnya tinggi air gambut membuat lahan sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

Selanjutnya, Hanif menegaskan dua strategi utama untuk meredam titik api. Pemerintah melakukan operasi modifikasi cuaca bersama BNPB dan BMKG secara intensif. Di sisi lain, pembuatan sekat-sekat kanal diperbanyak pada area rawan.

Rata, Dani dan Arif di Vonis 2 tahun Penjara

Menteri Hanif juga berencana melakukan inspeksi langsung ke Kalimantan Barat pekan depan. Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi perluasan api.

Optimalisasi Anggaran dan Kolaborasi Operasional

Selain faktor alam, Hanif menyoroti tantangan biaya operasional yang semakin membengkak. Geopolitik global yang tidak menentu berdampak langsung pada kenaikan harga bahan bakar minyak. Kondisi ini menuntut efisiensi tinggi dalam setiap langkah pemadaman.

“Kita tidak bisa membayangkan bila terjadi kebakaran dan kita tidak siap,” sebut Hanif. Ia menambahkan bahwa biaya pemadaman akan sangat tinggi jika penanganan dilakukan terlambat. Maka dari itu, persiapan awal menjadi kunci efisiensi anggaran negara.

Terakhir, ia mengajak TNI, Polri, dan BPBD untuk memperkuat keterpaduan operasional. “Kebakaran ini tanggung jawab kita bersama, tanpa kita melakukan operasi penanganan bersama,” tegasnya menutup pernyataan.

Akan Ajukan Banding, Abdul Wahid: “Tidak ada Bukti Terhadap Saya”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dr. Chairul Huda, SH, MH menjadi saksi ahli dalam Perkara Abdul Wahid. Dalam Keterangan kepada HEADLINESIA.com menjelaskan bahwa Dakwaan minim bukti bahkan terkesan dipaksakan. Apa pernyataan lengkapnya untuk kesaksian Abdul Wahid menurut Ahli Pidana kondang Indonesia ini? Simak di video berikut. Baca di: www.headlinesia.com #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

Istri Dani Jadi Saksi pada Agenda Pembuktian, Hakim: Lho…Nggak Begini Juga Konsepnya

02

Plot Twist Sidang Abdul Wahid: Jaksa Salah Sebut Umur, Mengutip Ayat Tidak Relevan dan Penggal Fakta Persidangan

03

31 Kali Kalimat Demi Allah diucapkan Abdul Wahid Bantah Tuduhan dan 6 Fakta Mencengangkan

Headline News