SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Info MBG
Home » Berita » Prabowo Instruksikan MBG Fokus Anak Kurang Gizi

Prabowo Instruksikan MBG Fokus Anak Kurang Gizi

arah MBG 2026 Prabowo Subianto
arah MBG 2026 Prabowo Subianto

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 15 APRIL 2026 – Badan Gizi Nasional resmi mengubah skema Makan Bergizi Gratis menjadi lebih tersegmentasi bagi anak kurang gizi mulai April 2026. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi tepat sasaran sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto demi menekan angka stunting di Indonesia.

Seiring dengan itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan kesiapan institusinya melaksanakan perintah tersebut demi kepentingan rakyat kecil. “Kebijakan BGN 2026 disesuaikan dengan instruksi presiden tersebut, yaitu peningkatan kualitas layanan dan efektivitas program,” tegas Dadan pada Selasa (14/4/2026).

Validasi Data dan Penyisiran Lapangan

Selanjutnya, Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang segera membentuk Tim Optimalisasi Penerima Manfaat untuk memvalidasi data di lapangan. Tim ini dijadwalkan mulai menyisir wilayah DKI Jakarta pada awal pekan depan guna memastikan akurasi data penerima.

Terlebih lagi, BGN menjalin koordinasi ketat dengan Kemensos dan Kemendikdasmen dalam melakukan pertukaran data yang valid. Langkah sinkronisasi ini dianggap sangat krusial agar bantuan tidak salah sasaran atau menyasar keluarga ekonomi mampu.

Meskipun prevalensi stunting turun ke angka 19,8 persen, namun sebanyak 7,8 juta anak Indonesia tercatat masih kekurangan gizi. “Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta (DKI) untuk menyisir penerima manfaat,” ucap Nanik memastikan gerak cepat timnya.

Kaesang Target Kandang Banteng

Cegah Pemborosan dan Optimalkan Anggaran

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik Eko Prasojo mendukung penuh peralihan target program dari universal ke target terukur. Ia menilai pendekatan ini sangat penting guna mencegah terjadinya pemborosan anggaran negara yang tidak perlu.

Sementara itu, pakar kebijakan publik UI Lina Miftahul Jannah menyarankan penggunaan data Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai basis. Menurutnya, sinkronisasi data sekolah dan PIP akan memberikan integrasi cepat sesuai keinginan Presiden Prabowo Subianto.

Akhirnya, penguatan pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan seiring bertambahnya 26.066 unit satuan pelayanan gizi di tanah air. Pemerintah ingin memastikan dana negara memberi dampak nyata bagi 61,6 juta penerima manfaat di 38 provinsi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dr. Chairul Huda, SH, MH menjadi saksi ahli dalam Perkara Abdul Wahid. Dalam Keterangan kepada HEADLINESIA.com menjelaskan bahwa Dakwaan minim bukti bahkan terkesan dipaksakan. Apa pernyataan lengkapnya untuk kesaksian Abdul Wahid menurut Ahli Pidana kondang Indonesia ini? Simak di video berikut. Baca di: www.headlinesia.com #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

Istri Dani Jadi Saksi pada Agenda Pembuktian, Hakim: Lho…Nggak Begini Juga Konsepnya

02

Plot Twist Sidang Abdul Wahid: Jaksa Salah Sebut Umur, Mengutip Ayat Tidak Relevan dan Penggal Fakta Persidangan

03

31 Kali Kalimat Demi Allah diucapkan Abdul Wahid Bantah Tuduhan dan 6 Fakta Mencengangkan

Headline News