SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum
Home » Berita » Tragis, Bocah SD di Pekanbaru Tewas Diduga Akibat Bullying

Tragis, Bocah SD di Pekanbaru Tewas Diduga Akibat Bullying

Ilustrasi, Wikipedia
Ilustrasi, Wikipedia

Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Kota Pekanbaru. Seorang murid kelas VI SDN 108 Tengkerang Labuai, MAR, meninggal dunia pada Minggu (23/11/2025) diduga kuat akibat tindakan perundungan (bullying) yang sistematis di lingkungan sekolahnya. Didorong oleh keinginan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa, keluarga korban kini mengambil langkah hukum dengan didampingi Tim Advokat Pejuang Keadilan (TAPAK) Riau.


HEADLINESIA.com, PEKANBARU, 23 NOVEMBER 2025 – Awan duka menyelimuti keluarga besar MAR (12), pelajar SDN 108 Bukitraya, Pekanbaru, yang menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan sakitnya. Kematiannya diduga kuat merupakan buah pahit dari tindakan bullying yang ia alami di sekolah.

Awalnya, keluarga korban memilih untuk berduka dalam diam. Namun, niat itu urung setelah mereka menyadari pentingnya suara ini didengar untuk mendorong evaluasi sistem keamanan dan pengawasan di sekolah-sekolah Pekanbaru. “Awalnya keluarga korban tidak ingin mengangkat persoalan ini, apalagi sampai menunjuk kuasa hukum. Namun, setelah mendapatkan masukan bahwa kejadian ini perlu diangkat untuk evaluasi, pihak keluarga akhirnya bersedia untuk melanjutkan proses hukum,” ujar Suroto, kuasa hukum keluarga korban dari TAPAK Riau.

Suroto menegaskan, bantuan hukum yang diberikan kepada keluarga adalah pro bono atau tanpa dipungut biaya sepeserpun. Komitmen ini menunjukkan keseriusan untuk menegakkan keadilan. “Kita tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi di sekolah-sekolah di Pekanbaru maupun di Riau,” tegasnya.

Kronologi Kekerasan yang Berujung Maut

Temuan Ombudsman di Cibinong Fasilitas Mewah: Napi Kelas Kakap Harvey Moes dan Ferdy Sambo ada disana

Berdasarkan keterangan kuasa hukum, titik awal tragedi ini terjadi pada Kamis (13/11/2025). Saat itu, MAR dan teman-temannya sedang belajar kelompok di dalam kelas. Tanpa alasan jelas, seorang pelaku berinisial FT secara tiba-tiba menendang kepala MAR. Seorang saksi mata, ARK, melaporkan insiden tersebut kepada wali kelas. Sayangnya, laporan itu tidak ditindaklanjuti dengan serius. Wali kelas hanya menyuruh mereka untuk menunggu.

Korban pun pulang dengan kondisi trauma mendalam. Kepada ibunda, MAR menceritakan peristiwa itu sambil menangis tersedu-sedu. Dia mengungkapkan ketakutannya dan keengganannya untuk kembali ke sekolah akibat perundungan yang dialaminya.

Kondisi MAR pun berangsur memburuk keesokan harinya. Ia diduga mengalami gejala lumpuh otak. Keluarga yang terkendala biaya, awalnya membawanya ke pengobatan alternatif. Namun, pihak pengobatan menyarankan agar MAR segera dilarikan ke rumah sakit. “Korban kemudian dibawa ke puskesmas. Tetapi, saat itu hari Sabtu puskesmas tutup, akhirnya korban dirawat di rumah,” jelas Suroto. Sayang, perawatan di rumah tidak mampu menyelamatkan nyawanya. Kondisi MAR kian kritis hingga akhirnya meninggal dunia.

Ternyata, Ini Bukan Kali Pertama

Yang lebih memilikan, kekerasan yang dialami MAR bukanlah yang pertama. Suroto mengungkap fakta baru bahwa pada Oktober 2025, korban juga sering menjadi sasaran bullying oleh teman sekelasnya berinisial SM, yang kerap memukul dada MAR. Akibatnya, korban sempat harus menjalani perawatan intensif selama satu minggu di sebuah rumah sakit di Pekanbaru.

Sidang Korupsi Kuota Haji: Terkuak Skema 50:50 dan “Arahan” Jokowi

“Terhadap peristiwa tersebut, pihak sekolah telah memanggil orangtua pelaku dan orangtua korban. Orangtua pelaku meminta maaf kepada orangtua korban,” kata Suroto. Namun, permintaan maaf itu rupanya tidak menghentikan lingkaran kekerasan terhadap MAR.

Korban Dikenal sebagai Anak yang Saleh dan Berakhlak

Mengenang sosok MAR, Suroto menggambarkannya sebagai anak yang baik hati dan taat beribadah. Muhammad dikenal sebagai anak yang rajin shalat berjemaah di masjid dekat rumahnya, sehingga beberapa warga bahkan menjulukinya “anak masjid”. Kepergiannya yang tragis ini tidak hanya meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarganya, tetapi juga bagi seluruh masyarakat sekitar yang mengenal kebaikan hatinya.

Dengan dilayangkannya gugatan hukum ini, diharapkan tidak hanya keadilan bagi MAR yang dapat ditegakkan, tetapi juga menjadi pukulan telak dan peringatan keras bagi seluruh institusi pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi setiap anak.

19 Sekolah Keracunan di Sidoarjo, Dapur SPPG Ditutup

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dalam Rapat bersama yang diselenggarakan Posko AJU. Kapolda Riau Memberikan paparan terkait beberapa kasus kebakaran hutan Dan lahan di Riau dan adanya dugaan infikasinketerlibatan Korporasi. Menamggapi Hal itu Presiden Prabowo Subuanto mengambil langkah tegas untuk pemeriksaan Dan investigasi lebih lanjut. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Presiden itu, meminta tersangka untuk di kirim ke Jakarta. #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

Ulama di Mimbar Pengadilan: Membaca Makna Kesaksian UAS dalam Sengkarut Politik Riau

02

29 Wilayah Malaysia Terdampak Asap

03

Harga BBM di Riau Naik, Bagian Dampak Beban Pajak Daerah

Headline News