HEADLINESIA.com, JAMBI, 26 AGUSTUS 2026 – Laporan Gubernur Jambi Al Haris mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan kepada Presiden Prabowo Subianto menuai kritik publik. Pasalnya, Al Haris melaporkan seluruh titik api telah padam pada Senin (24/8/2026). Padahal, data di lapangan mencatat luas lahan terbakar justru terus melonjak drastis.
Gubernur Jambi mengklaim api karhutla telah padam di hadapan Presiden Prabowo. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik.
Selanjutnya, laporan tersebut sempat mendapatkan konfirmasi ulang langsung dari Presiden Prabowo untuk memastikan kondisi riil. Al Haris pun kembali menegaskan bahwa sudah tidak ada lagi titik api di Provinsi Jambi. Prabowo kemudian menyampaikan rasa syukur atas laporan keberhasilan penanganan karhutla tersebut.
Temuan Titik Api di Lapangan
Namun, pernyataan Gubernur Jambi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi terkini para petugas di lapangan. Tim lapangan mengonfirmasi bahwa sejumlah titik api masih membara di beberapa lokasi. Lokasi kebakaran aktif tersebut berada di Desa Air Hitam, Lagan Ilir, hingga kawasan Berbak.
Luas Kebakaran Lahan Terus Melonjak
Di sisi lain, Komandan Korem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin menyampaikan data yang jauh berbeda. Ia mengungkapkan bahwa luas kebakaran lahan di Jambi telah mencapai 916,26 hektare. Angka ini melonjak tajam dibanding data sehari sebelumnya yang tercatat sebesar 658,29 hektare.
Kendati demikian, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah tetap membela laporan resmi sang gubernur. Ariansyah mengeklaim bahwa lokasi terdampak hanya menyisakan titik panas dalam proses pendinginan. Petugas di lapangan kini terus bersiaga agar kobaran api tidak kembali membesar.

Comment