SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
Lingkungan
Home / Lingkungan / Bahaya Plastik Minyak Bumi Bagi Ekosistem

Bahaya Plastik Minyak Bumi Bagi Ekosistem

sumber IEC
sumber IEC

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 22 FEBRUARI 2026 – Penelitian terbaru UC San Diego pada Januari 2026 mengungkap bahwa polusi mikroplastik berbasis minyak bumi menjadi pemicu utama ledakan alga beracun di perairan global. Fenomena ini merusak ekosistem laut dan mengancam kesehatan manusia akibat matinya zooplankton sebagai predator alami alga.


Fenomena pertumbuhan alga masif kini bukan lagi sekadar masalah estetika, melainkan ancaman nyata bagi industri perikanan dan kesehatan publik. Studi terbaru menunjukkan bahwa partikel plastik kecil yang mencemari lautan berperan aktif dalam menciptakan ketidakseimbangan ekosistem yang fatal.

Bahaya Plastik Minyak Bumi Bagi Ekosistem

Hasil eksperimen selama tiga bulan membuktikan bahwa plastik poliuretan konvensional memicu penurunan tajam populasi zooplankton. Kondisi ini menyebabkan alga tumbuh tidak terkendali karena hilangnya pemangsa alami dalam rantai makanan tersebut.

Plastik berbahan dasar minyak bumi tampaknya memiliki efek negatif yang kuat terhadap populasi zooplankton,” tegas Scott Morton, penulis utama studi tersebut. Sebaliknya, penggunaan plastik berbasis hayati (bio-based) menunjukkan gangguan yang jauh lebih minim terhadap struktur komunitas mikroba laut.

Profesor Jonathan Shurin menambahkan bahwa mikroplastik dapat mendorong kondisi lingkungan menuju pertumbuhan alga yang berlebihan dan mengganggu fungsi ekosistem secara menyeluruh. Temuan ini mempertegas bahwa beralih dari plastik minyak bumi dapat membatasi efek ekologis yang paling merusak di lingkungan perairan. Saat ini, para ahli terus menguji teknologi ‘plastik hidup’ sebagai solusi masa depan untuk menekan risiko ledakan alga di dunia nyata.

Mikroplastik Tembus Otak Manusia

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement