HEADLINESIA.com, PEKANBARU, 17 APRIL 2026 – Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid meruntuhkan narasi KPK dalam sidang di PN Pekanbaru (Kamis 16/04) terkait misi diplomatik ke Inggris. Wahid mengaku siap mengganti biaya operasional anak buahnya yang memakai uang pribadi demi mengejar investasi karbon sebesar Rp492 miliar saat APBD Riau sedang mengalami defisit parah.
Awalnya, Kepala Bappeda Purnama Irawansyah mengakui bahwa dialah yang mendorong agenda perjalanan internasional tersebut demi masa depan lingkungan. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat skema REDD+ yang berpotensi mendatangkan pembiayaan internasional senilai 30 juta dolar AS bagi Riau.
Diplomasi Karbon di Tengah Defisit
Meskipun anggaran daerah sedang minim, Abdul Wahid tetap bersikeras menjalankan misi penting tersebut demi kepentingan rakyat Riau. Bahkan, ia secara tegas menawarkan penggunaan uang pribadinya agar agenda kerja para pendamping tetap berjalan lancar tanpa hambatan.
Selanjutnya, terungkap fakta mengenai kartu ATM dari organisasi internasional UNEP yang diberikan sebagai uang saku selama di London. Sayangnya, saldo dalam kartu tersebut belum terisi saat Wahid mencoba menggunakannya sehingga biaya operasional ditalangi secara mandiri.
Dana UNEP Masih Utuh
Menariknya, Wahid baru menyadari dalam persidangan bahwa dana tersebut merupakan sistem penggantian biaya operasional, bukan uang saku. “Uang itu belum pernah saya gunakan sejak kunjungan di London,” tegas Abdul Wahid di depan majelis hakim.
Terkait hal itu, uang dalam kartu elektronik tersebut dinyatakan masih utuh tetapi telah disita oleh KPK. Pihak UNEP sempat mengabarkan bahwa dana tersebut akan ditarik kembali jika tidak segera dicairkan pada tanggal 7 April 2026.
Wahid menyatakan kesiapannya menyerahkan kartu tersebut kepada bawahannya sebagai pengganti uang pribadi yang telah terpakai sebelumnya. Sikap ini diambil setelah ia terkejut mendengar testimoni saksi mengenai penggunaan dana pribadi selama menjalankan tugas.
“Saya jujur tidak tahu karena tidak pernah bertanya ke Pak Embi uang siapa yang dipakai,” tutup Wahid mengakhiri.

Comment