SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum
Home » Berita » Update Kasus OTT Walikota Madiun: Milyaran Uang Fee Proyek dan CSR Disita

Update Kasus OTT Walikota Madiun: Milyaran Uang Fee Proyek dan CSR Disita

Walikota Madiun, Maidi menggunakan rompi tahanan usai terjaring OTT KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Walikota Madiun, Maidi menggunakan rompi tahanan usai terjaring OTT KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 21 JANUARI 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Wali Kota Madiun, Maidi, dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) senyap, Senin (19/1/2026). Sang wali kota diduga terlibat dalam praktik pungutan liar (fee) proyek dan pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di daerahnya. Tak sendiri, 14 orang lainnya turut diamankan, dengan uang tunai ratusan juta rupiah sebagai barang bukti yang disita petugas.

“KPK turut menemukan dugaan penerimaan lainnya (gratifikasi) oleh MD dalam periode 2019-2022 dari sejumlah pihak dengan total mencapai Rp 1,1 miliar,” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1) malam.

Maidi diduga melakukan pemerasan maupun penerimaan lainnya, berupa gratifikasi terkait pemeliharaan jalan paket II dengan nilai proyek sebesar Rp 5,1 miliar.

Dugaan penerimaan gratifikasi itu dilakukan Maidi melalui Thariq Megah selaku Kepala Dinas PUPR Kota Madiun meminta fee sebesar 6 persen dari nilai proyek tersebut kepada penyedia jasa/kontraktor. Namun, pihak kontraktor hanya menyanggupi fee sebesar 4 persen atau sekitar Rp 200 juta.

Operasi Senyap dan Barang Bukti
Operasi penyelidikan tertutup yang digelar KPK di wilayah Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengamankan total 15 orang. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan, sembilan orang di antaranya, termasuk Wali Kota Maidi, telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. “Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun,” tegas Budi dalam keterangan resminya. KPK juga menyita sejumlah uang tunai yang diduga terkait kasus ini, yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami peran setiap pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

Mantan Jubir KPK jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

Profil Maidi Dari Guru Hingga Rompi Orange
Maidi bukanlah nama baru di peta politik lokal Madiun. Bersama wakilnya Bagus F Panuntun, ia baru saja memenangkan Pilkada Serentak 2024 dengan raihan 65.583 suara atau 56 persen, mengalahkan dua pasangan calon lainnya. Kemenangan telaknya itu didukung oleh 11 partai politik. Sebelum menjajal dunia politik, pria ini dikenal sebagai pendidik. Maidi pernah mengabdi sebagai guru geografi di SMAN 1 Kota Madiun selama lebih dari satu dekade, dari 1989 hingga awal 2000-an. Kini, karier politiknya yang sedang naik daun terancam runtuh setelah tersandung kasus korupsi yang diduga menggerogoti anggaran daerah. KPK berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dr. Chairul Huda, SH, MH menjadi saksi ahli dalam Perkara Abdul Wahid. Dalam Keterangan kepada HEADLINESIA.com menjelaskan bahwa Dakwaan minim bukti bahkan terkesan dipaksakan. Apa pernyataan lengkapnya untuk kesaksian Abdul Wahid menurut Ahli Pidana kondang Indonesia ini? Simak di video berikut. Baca di: www.headlinesia.com #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

Istri Dani Jadi Saksi pada Agenda Pembuktian, Hakim: Lho…Nggak Begini Juga Konsepnya

02

Plot Twist Sidang Abdul Wahid: Jaksa Salah Sebut Umur, Mengutip Ayat Tidak Relevan dan Penggal Fakta Persidangan

03

31 Kali Kalimat Demi Allah diucapkan Abdul Wahid Bantah Tuduhan dan 6 Fakta Mencengangkan

Headline News