HEADLINESIA.com, JAKARTA, 12 AGUSTUS 2026 – Manajemen festival musik The Sounds Project mengecam keras aksi viral tantangan melafalkan Al-Qur’an berhadiah minuman keras. Insiden di booth sponsor Newport tersebut memicu kemarahan publik serta penyelidikan resmi oleh Polda Metro Jaya.
Melalui akun Instagram resmi, penyelenggara mengekspresikan kekecewaan mendalam atas pelanggaran etika tersebut. “Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut,” tulis manajemen.
Selain itu, pihak panitia menegaskan tidak pernah menyetujui aktivitas promosi yang menyentuh ranah keagamaan. “Kami tidak pernah membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan tantangan atau promosi produk,” tegas mereka.
Teguran Keras EO Terhadap Pihak Sponsor
Menanggapi insiden tersebut, panitia langsung melayangkan teguran keras kepada pihak pengelola booth sponsor. Selain itu, mereka menuntut pengusutan tuntas serta identifikasi oknum yang terlibat dalam konten kontroversial itu.
“Kami meminta sponsor menyelesaikan kasus ini hingga tuntas dan mengidentifikasi pihak yang terlibat,” ungkap manajemen. Di samping itu, penyelenggara berkomitmen melakukan evaluasi internal menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Oleh sebab itu, manajemen menekankan pentingnya menjaga nilai rasa hormat terhadap seluruh keyakinan audiens. “Rasa hormat terhadap agama audiens adalah nilai utama kami, tanpa toleransi untuk pelanggaran,” tambah penyelenggara.
Polda Metro Jaya Periksa EO dan MC
Di sisi lain, kehebohan ini bermula dari rekaman video seorang pengunjung wanita membaca Al-Qur’an. Video viral tersebut memperlihatkan imbalan miras untuk peserta yang bersedia melafalkan ayat suci.
Terkait kelalaian itu, pembawa acara bernama Ega telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik. Ia mengaku bersalah karena membiarkan penonton mengambil alih panggung dan mikrofon pembawa acara.
Guna mengusut dugaan pidana, kepolisian langsung bergerak cepat memanggil pihak-pihak terkait untuk klarifikasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan jadwal pemeriksaan tersebut.
“Penyidik menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC acara,” kata Budi dalam keterangan tertulis. Selanjutnya, polisi bakal menggelar gelar perkara guna memastikan keberadaan unsur pelanggaran hukum pidana.

Comment