SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan
Home » Berita » 46 Tahun Sengketa, Kini Indonesia-Malaysia Garap Potensi Migas 400 Juta Barel dan Trilyunan Kubik Gas

46 Tahun Sengketa, Kini Indonesia-Malaysia Garap Potensi Migas 400 Juta Barel dan Trilyunan Kubik Gas

ilustrasi
ilustrasi

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 30 Juli 2025 –  Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat mengelola bersama Blok Ambalat di Laut Sulawesi, mengakhiri sengketa perbatasan sejak 1979. Kesepakatan bersejarah ini membuka akses pengembangan “harta karun” minyak mentah 400 juta barel dan gas alam 1-2 TCF, diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan PM Malaysia Anwar Ibrahim. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kini bersiap berkolaborasi dengan Petronas untuk eksplorasi blok strategis tersebut.

Konflik perbatasan Indonesia-Malaysia di Blok Ambalat, Laut Sulawesi, akhirnya menemui titik terang setelah 46 tahun. Kedua negara sepakat mengelola sumber daya migas di blok strategis itu secara bersama (joint development), mengesampingkan sengketa batas maritim yang berakar sejak Malaysia menerbitkan peta baru klaim kedaulatan pada 1979. Pengumuman kesepakatan disampaikan Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim.

Sambil menyelesaikan masalah hukum batas, kita mulai kerja sama ekonomi melalui joint development. Apa pun sumber daya di laut itu akan kita eksploitasi bersama demi kepentingan rakyat kedua negara,” tegas Prabowo dalam siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (30/7/2025).

Blok Ambalat menyimpan potensi energi besar berdasarkan data Kementerian ESDM (2005) dan studi seismik perusahaan multinasional. Cadangan minyak mentahnya mencapai 400 juta barel, terutama di formasi “Ambalat East” dan “Ambalat West”. Sementara cadangan gas alamnya diperkirakan 1–2 TCF (Trillion Cubic Feet), didukung analisis cekungan Kutai-Tarakan dan struktur batuan pratertier di dasar laut.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding upstream PT Pertamina (Persero), telah memulai diskusi teknis dengan Petronas Malaysia untuk percepatan eksplorasi. Edi Karyanto, Direktur Perencanaan Strategis PHE, menyatakan kesiapan operasional meski menunggu kepastian batas wilayah dan arahan resmi pemerintah.

BAIC BJ40 Mobil Boss Sawit Unjuk Gigi di SIEXPO 2026 Pekanbaru

Kami siap menjalankan eksplorasi dengan kompetensi operasi laut dalam yang dimiliki. Namun, porsi partisipasi Indonesia-Malaysia baru bisa ditentukan setelah kejelasan boundary wilayah,” jelas Edi dalam acara Energi Mineral Festival 2025 di Jakarta hari ini.

Eksplorasi Blok Ambalat menghadapi tantangan teknis signifikan karena kedalaman laut 1.000–3.000 meter, yang memerlukan teknologi canggih dan investasi besar. Meski demikian, kerja sama ini diproyeksikan membuka lapangan migas baru yang dapat dimanfaatkan hingga 30 tahun ke depan, mengoptimalkan potensi ekonomi di perbatasan.

Related Posts

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dr. Chairul Huda, SH, MH menjadi saksi ahli dalam Perkara Abdul Wahid. Dalam Keterangan kepada HEADLINESIA.com menjelaskan bahwa Dakwaan minim bukti bahkan terkesan dipaksakan. Apa pernyataan lengkapnya untuk kesaksian Abdul Wahid menurut Ahli Pidana kondang Indonesia ini? Simak di video berikut. Baca di: www.headlinesia.com #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

BAIC BJ40 Mobil Boss Sawit Unjuk Gigi di SIEXPO 2026 Pekanbaru

02

Sengketa Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru: Pemborong Tagih Rp15,3 M

03

Staf KPK ditahan KPK Bersama Bupati Pemalang

Headline News