HEADLINESIA.com, JAKARTA, 21 FEBRUARI 2026 – Publik figur Dhea Ananda bersama para pakar kesehatan menekankan bahwa kecukupan gizi anak usia 1–5 tahun bukan sekadar soal perut kenyang, melainkan pemenuhan keseimbangan zat gizi makro dan mikro guna mendukung tumbuh kembang optimal di periode emas.
Sebagai ibu dari Sanne El Azhar (3), Dhea Ananda menyadari tantangan besar dalam menyusun menu harian. Ia mengakui awalnya hanya fokus pada karbohidrat dan protein, namun kini mulai waspada terhadap kebutuhan mikronutrien. “Banyak orang tua merasa anak sudah makan cukup, tetapi belum tentu nutrisinya sudah lengkap,” ungkap Dhea lugas. Menurutnya, vitamin dan mineral justru sering kali lebih sulit dipenuhi dalam porsi makan anak yang terbatas.
Aturan Makan Tanpa Paksaan dan Peran Nutrisi Mikro
Dokter spesialis gizi, Juwalita Surapsari, menjelaskan bahwa periode usia 1–5 tahun memerlukan zat besi, zinc, hingga DHA untuk perkembangan otak. Ia juga mengingatkan orang tua untuk menjaga suasana makan yang kondusif tanpa tekanan. “Dalam proses pemberian makan, tidak boleh ada unsur pemaksaan,” tegas dr. Juwalita. Meski orang tua menentukan jenis makanan, anak tetap memiliki kendali penuh atas jumlah asupan yang masuk ke tubuhnya.
Menutup diskusi tersebut, Dr. Ray Wagiu Basrowi dari Danone Indonesia menegaskan bahwa seluruh nutrisi harus bekerja secara sinergis. “Keseimbangan nutrisi sangat penting dalam tumbuh kembang anak,” jelasnya. Jika menu harian belum mencukupi, asupan padat gizi seperti susu fortifikasi dapat menjadi solusi praktis untuk melengkapi kebutuhan protein, zat besi, dan Omega-3 demi mendukung kemampuan kognitif anak secara maksimal.

Comment