HEADLINESIA.com, JAKARTA, 9 SEPTEMBER 2025 – Hanya berselang sekitar dua jam usai membahas rencana besar dan mengusulkan tambahan anggaran Rp 7,8 triliun untuk digitalisasi koperasi di depan DPR, Budi Arie Setiadi secara resmi dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Koperasi dan UKM oleh Presiden Prabowo Subianto. Pengumuman reshuffle kabinet pada Senin (8/9/2025) ini mengakhiri spekulasi yang bergulir cepat dan mencatat salah satu pergantian menteri tercepat dalam sejarah kabinet.
Peristiwa ini berlangsung dramatis. Siang itu, Budi Arie masih terlihat penuh semangat memaparkan visi besarnya untuk memajukan koperasi dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VI DPR RI. Ia secara resmi mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 7,8 triliun untuk tahun 2026 guna mendigitalisasi lebih dari 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program pendampingan.
“Dengan belum tersedianya anggaran untuk beberapa program kegiatan utama, khususnya mendukung program KDKMP, izinkan kami mengajukan tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp 7,8 triliun,” ujar Budi Arie di hadapan para anggota dewan. Ia menegaskan dana itu crucial untuk keberlanjutan program digitalisasi, pelatihan, dan penguatan tata kelola koperasi.
Namun, di tengah raker, isu reshuffle kabinet mulai mencuat dan menyebar di kalangan awak media. Spekulasi tentang posisinya pun merebak. Usai rapat, ketika dikonfirmasi wartawan, Budi Arie tampak tenang dan enggan berkomentar banyak. Ia menegaskan bahwa pergantian menteri adalah hak prerogatif penuh Presiden Prabowo.
“Itu hak prerogatif presiden. Kita kerja saja ngurus rakyat ya, fokus ngurus rakyat. Saya belum ada pemberitahuan (resmi),” kata Budi Arie kepada para wartawan dengan nada santai, bahkan menyebut para wartawan mungkin “membuat isu sendiri”.
Ia kembali menekankan bahwa dirinya tidak ingin terjebak dalam spekulasi politik. “Semuanya hak prerogatif presiden, kita fokus ngurus rakyat ya,” lanjutnya.
Namun, tak lama berselang, kepastian itu datang. Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan reshuffle kabinet dan mencopot Budi Arie Setiadi. Kursi Menteri Koperasi dan UKM kemudian diserahkan kepada politisi senior, Ferry Juliantono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi dan UKM.
Ironisnya, Ferry Juliantono hadir dan duduk bersama Budi Arie dalam raker tersebut beberapa jam sebelum pengumuman resmi pengangkatannya. Pergantian ini menandai babak baru bagi Kementerian Koperasi dan UKM untuk melanjutkan program-program strategis yang telah dirancang.

Comment