SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar Daerah
Home / Kabar Daerah / Papua: Ibu Hamil dan Bayi Meninggal Usai Ditolak 4 Rumah Sakit

Papua: Ibu Hamil dan Bayi Meninggal Usai Ditolak 4 Rumah Sakit

Almarhumah Irene Sokoy saat berada di rumah sakit pada Selasa (18/11/2025) (KOMPAS.com/FINDI RAKMENI)
Almarhumah Irene Sokoy saat berada di rumah sakit pada Selasa (18/11/2025) (KOMPAS.com/FINDI RAKMENI)

Sebuah tragedi kemanusiaan menyayat hati terjadi di Jayapura, Papua. Irene Sokoy, ibu hamil asal Kampung Hobong, meninggal dunia bersama bayi dalam kandungannya setelah berulang kali ditolak oleh empat rumah sakit berbeda dalam perjalanan panjangnya mencari pertolongan persalinan. Kisah pilu yang bermula dari RS Yowari dan berakhir di jalan menuju RSUD Jayapura ini memantik kemarahan keras Gubernur Papua.


HEADLINESIA.com, JAYAPURA, 21 NOVEMBER 2025 – – Awal minggu ini, Kabupaten Jayapura diguncang oleh kabar duka yang memprihatinkan. Irene Sokoy, seorang ibu hamil dari Kampung Hobong, Distrik Sentani, meninggal dunia bersama janin yang dikandungnya pada Selasa (18/11/2025). Kematiannya diduga kuat akibat penolakan beruntun yang diterima dari sejumlah rumah sakit ketika ia paling membutuhkan pertolongan medis.

Kronologi pilu ini berawal sekitar pukul 03.00 WIT, ketika keluarga membawa Irene dari Kampung Kensio menggunakan speedboat menuju Rumah Sakit Yowari. Harapan untuk segera melahirkan dengan selamat pupus sudah. RS Yowari menolak melayani Irene dengan alasan berat bayi mencapai 4 kilogram sehingga memerlukan operasi. Ia pun dirujuk ke RSUD Abepura.

Namun, nestapa belum juga berakhir. Di RSUD Abepura, Irene kembali tidak dilayani dan hanya menerima surat rujukan untuk menuju Rumah Sakit Dian Harapan. Lagi-lagi, di RS Dian Harapan, nasib sial yang sama terulang. Irene kembali diarahkan untuk menuju RS Bhayangkara.

Saat tiba di RS Bhayangkara, pukulan terberat justru datang. Pihak rumah sakit meminta uang sebesar Rp 8 juta sebagai syarat untuk melakukan operasi. Keluarga yang tidak memiliki dana sebesar itu terpaksa membawa Irene keluar, berharap bisa mendapatkan pertolongan di RSUD Jayapura. Malang tak dapat ditolak, dalam perjalanan menuju rumah sakit terakhir itu, nyawa Irene dan bayinya tidak tertolong.

Aceh Dilanda Bencana, 13 Ribu Jiwa Mengungsi

Merespons tragedi ini, Wakil Bupati Jayapura, Harrris Richard Yocku, menyampaikan belasungkawa yang mendalam. “Terkait ibu dan anak yang meninggal kami sampaikan belasungkawa buat keluarga, tetap diberikan kekuatan,” ujarnya di Sentani, Kamis (20/11/2025). Ia menyebut komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan layanan di RSUD Yowari. “Komitmen saya dan Pak Bupati adalah terus berupaya memperbaiki infrastruktur dan pelayanan di RSUD Yowari agar lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, kemarahan justru datang dari pucuk pimpinan daerah. Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, menyatakan kegereamannya atas insiden penolakan pasien ini. Gubernur menegaskan seluruh rumah sakit dan puskesmas di Papua dilarang keras menolak pasien dengan alasan apa pun. “Sekali lagi saya ingatkan kepada seluruh rumah sakit, puskesmas dan tenaga medis dilarang menolak pasien dengan alasan apa pun, termasuk yang gawat darurat,” tegas Gubernur di Kota Jayapura.

Mantan Kapolda Papua ini tidak main-main dengan ancamannya. Ia menyatakan siap mencopot tenaga medis yang kedapatan masih menolak pasien. “Saya sampaikan jangan tolak pasien yang datang untuk berobat. Jika masih ada yang tolak maka saya pastikan akan copot,” tegas Fakhiri tanpa ragu.

Tragedi Irene Sokoy ini menjadi pengingat kelam tentang betapa rapuhnya akses kesehatan bagi masyarakat di pelosok. Sebuah nyawa dan calon generasi baru harus melayang sia-sia, meninggalkan pertanyaan besar tentang komitmen nyata pelayanan kesehatan untuk semua.

Banjir Sumbar: 22 Korban Jiwa 10 Hilang

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trend Headlinesia

01

KPK OTT Dinas PUPR Riau, Gubernur Abdul Wahid Dimintai Keterangan, Bukan Ditangkap!

02

Tenaga Ahli Gubernur Riau Beberkan Kejanggalan OTT KPK

03

OTT KPK di PUPR Riau: 14 Pengacara Siap Bergabung, TPF Fokus Mengumpulkan Data Kejadian

04

Gubernur Riau Abdul Wahid Justru Jadi Saksi Kunci Lapor Suap Rp250 Juta

05

OTT di Dinas PUPR-PKPP Riau, Alumni UIN Suska Bentuk TPF

06

Ancaman Serius PT PP Terhadap Dunia Pendidikan, Mahasiswa Unri Praktikum Menggunakan Drone di curigai dan di larang oleh Pihak PT PP

07

Mengurai Kewenangan Plh Gubernur Riau di Tengah Kontroversi Mutasi Jabatan

08

Keadilan di Tengah Badai Kekuasaan Menguji Integritas KPK di Bumi Lancang Kuning

New Headline










×
×