SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum
Home / Hukum / OTT KPK di PUPR Riau: 14 Pengacara Siap Bergabung, TPF Fokus Mengumpulkan Data Kejadian

OTT KPK di PUPR Riau: 14 Pengacara Siap Bergabung, TPF Fokus Mengumpulkan Data Kejadian

Gelombang kejutan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di kantor PUPR Provinsi Riau masih terus beresonansi. Sebagai persiapan menghadapi proses hukum, sebuah Tim Pencari Fakta (TPF) yang terdiri dari kolega dekat tersangka kini bergerak cepat mengumpulkan data. Namun, langkah tim ini menggantung, menanti lampu hijau resmi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan keluarga tersangka sebelum dapat turun tangan memberikan pendampingan hukum.


HEADLINESIA.com, PEKANBARU, 7 NOVEMBER 2025 –   Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) pada Senin (3/11/25) lalu di kantor PUPR Provinsi Riau, suasana masih tegang. Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk secara mandiri mengaku tengah aktif mengumpulkan berbagai bahan dan data untuk keperluan upaya hukum di kemudian hari.

Koordinator TPF, Rinaldi, menegaskan bahwa kehadiran timnya bukanlah bentuk pembelaan buta. “TPF ini hadir bukan untuk membela perilaku korup, namun mendudukkan sebuah masalah hukum yang menimpa salah seorang kawan dengan seadil-adilnya,” tegas Rinaldi, yang pernah menjabat Ketua Umum Parlemen Mahasiswa IAIN Suska Pekanbaru pada 2001-2002.

Ia menjelaskan, TPF terdiri dari keluarga besar dan alumni UIN Suska Riau yang mengajukan diri secara pribadi. Untuk menghindari kesimpangsiuran, mereka memilih untuk menahan diri sembari menunggu keputusan final. “Tim ini tetap menanti keputusan PKB dan keluarga dalam persoalan pendampingan secara hukum,” ujarnya.

Sinyal dukungan sudah mulai bermunculan dari kalangan advokat. Rinaldi mengungkapkan, setidaknya sudah ada 14 pengacara dan akan bertambah lagi dari berbagai almamater kampus yang siap bergabung untuk membentuk tim pembela hukum, jika nantinya diberikan restu. “Kami menginventarisir nama-nama pengacara yang bersedia. Dalam pandangan mereka, ada hal yang dapat diperjuangkan secara hukum,” paparnya.

Aceh Dilanda Bencana, 13 Ribu Jiwa Mengungsi

Proses pengumpulan data sendiri, disebutkan Rinaldi, telah dilakukan secara diam-diam oleh sejumlah anggotanya sejak malam setelah OTT terjadi. Ia kembali menekankan netralitas dan kemurnian niat timnya.

“Saya pribadi bukan orang yang memiliki kepentingan politik maupun ekonomi dengan kawan Gubernur Abdul Wahid. Bukan pemain proyek, bukan anggota PKB, atau penikmat dana negara,” tandas Rinaldi dengan lantang. Ia menggambarkan, banyak dari anggota TPF adalah orang-orang yang selama ini jauh dari lingkar kekuasaan, namun ingin memastikan keadilan hukum ditegakkan.

Di akhir pernyataannya, Rinaldi menyampaikan sikap legawa. “Jika nanti keberadaan TPF tidak dikehendaki, kami siap parkir dan kembali ke warung kami, seperti biasa,” pungkasnya, mengibaratkan kesiapan timnya untuk mundur jika dibutuhkan. Kini, bola berada di pihak PKB dan keluarga untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trend Headlinesia

01

KPK OTT Dinas PUPR Riau, Gubernur Abdul Wahid Dimintai Keterangan, Bukan Ditangkap!

02

Tenaga Ahli Gubernur Riau Beberkan Kejanggalan OTT KPK

03

OTT KPK di PUPR Riau: 14 Pengacara Siap Bergabung, TPF Fokus Mengumpulkan Data Kejadian

04

Gubernur Riau Abdul Wahid Justru Jadi Saksi Kunci Lapor Suap Rp250 Juta

05

OTT di Dinas PUPR-PKPP Riau, Alumni UIN Suska Bentuk TPF

06

Ancaman Serius PT PP Terhadap Dunia Pendidikan, Mahasiswa Unri Praktikum Menggunakan Drone di curigai dan di larang oleh Pihak PT PP

07

Mengurai Kewenangan Plh Gubernur Riau di Tengah Kontroversi Mutasi Jabatan

08

Keadilan di Tengah Badai Kekuasaan Menguji Integritas KPK di Bumi Lancang Kuning

New Headline










×
×