HEADLINESIA.com, KUPANG, 18 AGUSTUS 2025 – Langit Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak gelap oleh dua letusan gunung api dalam selisih waktu hanya lima menit! Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur dan Gunung Ile Lewotolok di Lembata meletus secara beruntun pada Senin (18/8/2025) sore, melontarkan kolom abu vulkanik raksasa dan meningkatkan kewaspadaan di wilayah sekitar.
Menurut Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, gunung yang berada pada status level IV (Awas) itu pertama kali erupsi pukul 16.51 Wita. Kolom abu kelabu pekat teramati menjulang setinggi sekitar 800 meter di atas puncaknya (2.384 mdpl), mengarah ke barat daya. “Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi lebih kurang 50 detik,” jelas Herman.
Hanya berselang lima menit, giliran Gunung Ile Lewotolok yang menggeliat. Petugas Pos PGA Ile Lewotolok, Jefri Pugel, melaporkan erupsi terjadi pukul 16.56 Wita. Gunung berstatus level III (Siaga) ini menyemburkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal setinggi kira-kira 700 meter di atas puncak (2.123 mdpl), juga condong ke barat daya. “Amplitudo maksimum tercatat 3.1 mm dengan durasi letusan 1 menit 2 detik,” ujar Jefri.
Kejadian erupsi beruntun dua gunung dalam jarak geografis yang relatif berdekatan di NTT ini menarik perhatian. Masyarakat di sekitar kedua gunung, khususnya di Kabupaten Flores Timur dan Lembata, diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Pihak berwenang memantau terus perkembangan aktivitas vulkanik dan potensi dampak lanjutan, seperti hujan abu dan gangguan pernapasan. Perbedaan status siaga (Level III) dan awas (Level IV) menunjukkan tingkat ancaman yang berbeda antara kedua gunung.
Dua gunung api utama di NTT, Lewotobi Laki-laki (status Awas/Level IV) dan Ile Lewotolok (status Siaga/Level III), mengalami erupsi spektakuler secara beruntun dengan selisih waktu hanya lima menit pada Senin sore, melontarkan abu vulkanik ratusan meter ke udara dan mengarah ke barat daya, memicu peningkatan kewaspadaan di wilayah Flores Timur dan Lembata.

Comment