HEADLINESIA.com, KUALA LUMPUR, 27 AGUSTUS 2026 – Sebaran kabut asap tebal kembali meluas dan menyelimuti kawasan Lembah Klang serta ibu kota Kuala Lumpur. Dampaknya, kualitas udara di kawasan tersebut merosot tajam hingga masuk kategori tidak sehat. Berdasarkan data APIMS pada Rabu (26/8/2026), wilayah Batu Muda mencatat Indeks Pencemaran Udara mencapai angka 152.
Sementara itu, kawasan pusat pemerintahan Putrajaya turut mencatatkan angka IPU tidak sehat sebesar 156. Sistem APIMS membagi standar pencemaran udara dari kategori baik hingga tingkat berbahaya di atas 300. Wilayah Johan Setia di Selangor bahkan mencatatkan angka IPU tertinggi di Lembah Klang yakni 173.
Selain itu, beberapa daerah lain seperti Shah Alam dan Kuala Selangor juga menorehkan angka 152. Kondisi serupa melanda Banting dengan IPU 151, Petaling Jaya 142, serta wilayah Klang mencapai 134.
Penyebab Titik Panas dan Sebaran Kabut Asap Lintas Batas
Menurut keterangan resmi, pergerakan asap kini memusat di sepanjang pantai barat Semenanjung Malaysia dan Sarawak. Wakil Direktur Jenderal Departemen Lingkungan Hidup Azuri Azizah Saedon mengonfirmasi kemunculan kabut asap lintas batas.
“Kabut asap lintas batas berskala sedang hingga pekat terdeteksi di atas Kalimantan Barat,” ujar Azuri. Dia menambahkan bahwa asap bergerak ke utara menuju wilayah barat Sarawak dan sekitarnya.
Lebih lanjut, gumpalan asap juga teramati menyelimuti wilayah Sumatra bagian tengah, selatan, hingga Kepulauan Riau. Data citra satelit NOAA menunjukkan 287 titik panas di Kalimantan dan 65 titik di Sumatra. Secara keseluruhan, fenomena kabut asap ini telah berdampak buruk pada 29 wilayah di Malaysia.
Langkah Antisipasi dan Respons Pemerintah Malaysia
Guna mengantisipasi bahaya, pemerintah segera mengaktifkan Rencana Aksi Kabut Asap Nasional secara menyeluruh. Petugas di lapangan juga meningkatkan patroli secara ketat pada lokasi rawan pembakaran terbuka.
Apabila angka IPU bertahan di atas 150 selama 24 jam, pemerintah akan mengambil langkah tegas. Langkah tersebut mencakup penghentian aktivitas luar ruangan, penutupan sekolah, hingga operasi pembenihan awan. Hingga kini, pencemaran udara terparah tercatat di wilayah Serian dengan angka IPU mencapai 181.

Comment