SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
Kebijakan
Home / Kebijakan / Zulhas: Beras Impor US 100.000/Kg

Zulhas: Beras Impor US 100.000/Kg

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengaku tidak mempermasalahkan dirinya dihujat karena memanggul beras di lokasi bencana. Foto: Dok Kemenko Pangan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengaku tidak mempermasalahkan dirinya dihujat karena memanggul beras di lokasi bencana. Foto: Dok Kemenko Pangan
Table of Contents

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 03 MARET 2026 – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan rencana impor 1.000 ton beras asal Amerika Serikat melalui skema Agreement of Reciprocal Trade (ART) pada Senin (2/3) hanya menyasar segmen beras khusus, guna memenuhi kebutuhan restoran dan medis tanpa mengganggu stabilitas pasar nasional.


Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa komoditas yang didatangkan bukanlah beras konsumsi massal, melainkan varietas spesifik dengan harga selangit. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi timbal balik perdagangan untuk menjaga akses pasar ekspor Indonesia di Negeri Paman Sam.

Yang jelas bukan beras yang buat makanan kita. Seperti beras Jepang, itu beras khusus untuk orang yang kena gula (diabetes),” ujar Zulkifli di Istana Kepresidenan.

Skema Bisnis Murni Tanpa APBN

Pemerintah menggarisbawahi bahwa seluruh transaksi senilai Rp75,6 triliun ini digarap sepenuhnya oleh sektor swasta. Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa negara hanya berperan sebagai fasilitator untuk melindungi nilai surplus ekspor Indonesia yang mencapai USD 31 miliar.

Transaksi dan pembiayaan sepenuhnya berada pada sektor swasta,” tegas Haryo. Ia juga menambahkan bahwa volume impor 1.000 ton ini sangat tidak signifikan karena hanya setara 0,00003 persen dari total produksi beras nasional tahun 2025 yang mencapai 34,69 juta ton.

PT Delta Rutin Setor Uang Tapi Tak Jadi Tersangka?

Zulkifli Hasan menambahkan, faktor harga yang mencapai Rp100 ribu per kilogram membuat beras ini tidak akan bersaing dengan beras lokal. “Mahal itu, Rp 100 ribu lebih satu kilo kan? Siapa mau beli? Yang beli kan yang makan di restoran Jepang saja,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement