SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
Kebijakan
Home / Kebijakan / Prabowo Boyong Investasi 650 Triliun dari Amerika Serikat

Prabowo Boyong Investasi 650 Triliun dari Amerika Serikat

Presiden Prabowo dan Presiden Trump berbincang di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, pada Senin, 13 Oktober 2025. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden Prabowo dan Presiden Trump berbincang di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, pada Senin, 13 Oktober 2025. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 19 FEBRUARI 2026 – Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman investasi senilai Rp650,07 triliun antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat di Washington D.C., Rabu (18/2/2026). Forum bisnis ini bertujuan memperkuat kemitraan strategis lintas sektor guna memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Kerja sama masif ini diresmikan dalam ajang Indonesia–US Business Summit yang berlangsung di U.S. Chamber of Commerce. Penandatanganan yang dilakukan dalam sesi Gala Iftar tersebut melibatkan tokoh-tokoh kunci seperti Ketua Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan Menteri Investasi/CEO Danantara Rosan Roeslani. Fokus utama kolaborasi ini mencakup implementasi rencana Perjanjian Perdagangan Resiprokal RI–AS demi meningkatkan arus perdagangan bilateral.

Kehadiran Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen menciptakan iklim investasi yang stabil dan ramah bagi mitra internasional. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap menjadi mitra strategis utama Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara melalui sinergi pemerintah dan sektor swasta.

Transformasi Ekonomi: Dari Mineral Kritis hingga Semikonduktor

Total nilai investasi sebesar US$38,4 miliar ini akan dialokasikan untuk mendorong pertumbuhan di sektor pangan, industri, energi, dan teknologi. Berikut adalah poin-poin kesepakatan strategis yang telah disepakati:

  • Energi & Mineral: Kerja sama mineral kritis antara Freeport McMoran dan Danantara, serta pemulihan ladang minyak oleh Pertamina dan Halliburton.
  • Ketahanan Pangan: Kesepakatan komoditas jagung antara Cargill AS dan PT Sorini Agro Asia Corporindo.
  • Teknologi Tinggi: Proyek hilirisasi semikonduktor di Batam oleh PSN Wiraraja bersama Tynergy Technology Group.
  • Manufaktur & Tekstil: MoU sektor kapas oleh Busana Apparel Group dan Daehan Global, serta tekstil daur ulang oleh Pan Brothers.
  • Kawasan Perdagangan: Kesepakatan Transnational Free Trade Zone Friendship Pact antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC.

Dengan cakupan sektor yang luas, kesepakatan ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi kedua negara di masa mendatang.

KPK Berpeluang Periksa Lagi Japto Soerjosoemarno dan Ahmad Ali

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement