HEADLINESIA.com, JAKARTA, 28 FEBRUARI 2026 – KPK mulai menyisir puncak piramida korupsi di DJP dan Bea Cukai dengan membidik keterlibatan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa hingga Sri Mulyani, Jumat (27/2/2026), guna mengungkap aktor intelektual serta aliran dana haram berdasarkan bukti kuat dari penyidikan terbaru.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak akan berhenti pada level bawahan dalam membongkar gurita korupsi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan eks Menkeu Sri Mulyani kini masuk dalam radar pemeriksaan tim penyidik.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa pemanggilan para petinggi tersebut sangat bergantung pada kebutuhan penyidikan. Fokus utama lembaga antirasuah saat ini adalah memetakan rantai komando dan aliran uang.
Kejar Aktor Intelektual dan Aliran Dana
“Kita sedang menyusuri itu, ke mana uang itu mengalir dan dari siapa perintah itu berasal. Jadi ada aliran dananya, ada alur perintahnya,” tegas Asep di Gedung Merah Putih KPK.
KPK memberi sinyal kuat bahwa siapa pun yang mengorganisasi praktik lancung ini akan dimintai pertanggungjawaban pidana. Penahanan Kepala Seksi Intelijen Cukai, Budiman Bayu Prasojo (BBP), menjadi pintu masuk krusial untuk menyeret pejabat di level yang lebih tinggi.
“Orang yang memiliki niat, yang memerintahkan kemudian juga mengorganisasi ini, ya tentunya harus kita minta pertanggungjawaban,” pungkas Asep.

Comment