SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan
Home » Berita » Ekonomi RI Tahan Banting: Investasi Tumbuh Rp 497 Triliun

Ekonomi RI Tahan Banting: Investasi Tumbuh Rp 497 Triliun

Menkeu Purbaya. ilustrasi: headlinesia.com
Menkeu Purbaya. ilustrasi: headlinesia.com

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 14 APRIL 2026 – Para menteri ekonomi Indonesia menegaskan di Jakarta, Senin (13/4), bahwa fundamental ekonomi nasional tetap solid menghadapi tekanan geopolitik. Optimisme muncul meski investasi kuartal pertama melambat akibat ketidakpastian global yang membuat investor dunia cenderung lebih berhati-hati melakukan ekspansi bisnis secara masif.

Pemerintah meyakini ekonomi Indonesia masih dalam kondisi sangat aman. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan rasio utang dan defisit anggaran sangat terjaga. “Kalau kita lihat dari rasio utang PDB, kita aman,” ujar Purbaya pada Jumat silam. Beliau memproyeksikan pertumbuhan ekonomi mampu menyentuh angka enam persen pada kuartal ini.

Meskipun demikian, tantangan kenaikan harga minyak dunia tetap dipantau secara ketat. Pemerintah telah menyiapkan skenario terburuk jika harga minyak menyentuh sembilan puluh dua dolar per barel. Namun, asumsi APBN belum akan diubah karena lonjakan ini dinilai hanya bersifat sementara.

Fondasi Aman dan Target Ambisius

Di sisi lain, sektor investasi mulai merasakan dampak dinamika global yang memanas. Menteri Investasi Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi kuartal pertama mencapai empat ratus sembilan puluh tujuh triliun rupiah. Angka ini tumbuh tujuh persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan periode yang sama tahun lalu.

Selanjutnya, pemerintah memastikan minat investor asing terhadap pasar domestik tetap terjaga kuat. Rosan menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat terbuka bagi semua mitra internasional. “Indonesia adalah negara yang diterima oleh semua negara,” kata Rosan dalam rapat bersama DPR. Kepastian regulasi menjadi kunci utama untuk menarik modal asing.

Mantan Jubir KPK jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

Strategi Menghadapi Geopolitik Global

Senada dengan itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai perlambatan investasi saat ini adalah hal wajar. Situasi perang membuat pelaku bisnis global melakukan evaluasi ulang terhadap rencana bisnis mereka. “Tentu dalam situasi perang kan bukan situasi yang normal,” tegas Airlangga saat ditemui di kantornya.

Pada akhirnya, daya pikat Indonesia di mata pemodal internasional dipastikan tetap tinggi dan kompetitif. Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris dan Jepang membuktikan kepercayaan dunia masih sangat besar. Pemerintah terus memperbaiki iklim investasi demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Related Posts

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Headline Video Channel

@headlinesia.com

Dr. Chairul Huda, SH, MH menjadi saksi ahli dalam Perkara Abdul Wahid. Dalam Keterangan kepada HEADLINESIA.com menjelaskan bahwa Dakwaan minim bukti bahkan terkesan dipaksakan. Apa pernyataan lengkapnya untuk kesaksian Abdul Wahid menurut Ahli Pidana kondang Indonesia ini? Simak di video berikut. Baca di: www.headlinesia.com #headlinesia

♬ original sound - headlinesia.com - headlinesia.com

Trend Headlinesia

01

Istri Dani Jadi Saksi pada Agenda Pembuktian, Hakim: Lho…Nggak Begini Juga Konsepnya

02

Plot Twist Sidang Abdul Wahid: Jaksa Salah Sebut Umur, Mengutip Ayat Tidak Relevan dan Penggal Fakta Persidangan

03

31 Kali Kalimat Demi Allah diucapkan Abdul Wahid Bantah Tuduhan dan 6 Fakta Mencengangkan

Headline News