HEADLINESIA.com, JAKARTA, 21 AGUSTUS 2025 – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersiap meluncurkan platform digital terobosan untuk memacu daya saing pelaku usaha nasional. Aplikasi bernama Sapa UMKM yang dijadwalkan diluncurkan pada Oktober 2025 ini dirancang sebagai sistem terintegrasi yang akan memverifikasi dan memudahkan sertifikasi bagi sekitar 57 juta UMKM di Tanah Air, sekaligus menjadi gerbang akses pembiayaan dari perbankan.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan, sistem ini merupakan langkah strategis untuk menyederhanakan berbagai proses administratif yang sering menjadi kendala bagi pelaku usaha. “Kemungkinan paling lambat, sekitar dua bulan ke depan, Kementerian UMKM akan melakukan launching sistem terintegrasi yang kita sebut Sapa UMKM,” tegas Maman dalam sambutannya di acara Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Jumat (22/8/2025).
Lebih dari sekadar pendataan, Sapa UMKM akan terhubung dengan portal layanan pemerintah lainnya. Salah satu fitur utamanya adalah memudahkan proses sertifikasi, seperti sertifikasi halal yang terintegrasi langsung dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). “Jadi nanti sistem inilah yang akan mengintegrasikan semua proses-proses yang dibutuhkan oleh pengusaha-pengusaha UMKM untuk mendukung pembangunan dan memiliki daya saing,” papar politikus Partai Golkar tersebut.
Maman juga menyebutkan bahwa dalam perkembangannya, aplikasi ini akan dilengkapi dengan fitur akses pembiayaan yang tersambung dengan perbankan, seperti Bank Himbara (BNI, BRI, BTN, Mandiri), serta perusahaan pembiayaan lainnya. Namun, ia mengingatkan bahwa fitur pembiayaan ini masih dalam tahap pengembangan awal dan akan hadir beberapa waktu setelah peluncuran perdana aplikasi.
Gagasan untuk mendorong UMKM naik kelas juga sejalan dengan pernyataan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani. Sehari sebelumnya, Rosan menyampaikan bahwa jumlah UMKM yang besar justru perlu dikurangi dengan cara dinaikkan level usahanya. Data yang ia sampaikan bahkan lebih detail, menyebut terdapat sekitar 65 juta pelaku UMKM yang menyerap 97% tenaga kerja nasional atau setara dengan 117 juta orang.
“Kalau angkanya makin berkurang, kami justru makin senang. Kenapa? UMKM naik kelas jadi pengusaha kecil, pengusaha kecil naik kelas jadi pengusaha menengah, pengusaha menengah naik kelas jadi pengusaha besar,” ujar Rosan dalam Forum Peningkatan Kompetensi UMKM di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Pernyataan ini mempertegas bahwa tujuan akhir dari segala digitalisasi dan integrasi data adalah transformasi struktural ekonomi Indonesia.
Kehadiran Sapa UMKM diharapkan menjadi tulang punggung digital bagi puluhan juta pelaku usaha, tidak hanya untuk memverifikasi data tetapi juga menjadi jembatan yang mempermudah mereka dalam memenuhi standar usaha, mengakses modal, dan pada akhirnya bertransisi dari usaha mikro ke kelas yang lebih besar sehingga mampu berkontribusi lebih signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Comment