HEADLINESIA.com, JAKARTA, 28 FEBRUARI 2026 – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan di Jakarta, Jumat (27/2), bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak memangkas anggaran pendidikan nasional, guna menepis narasi keliru soal sekolah terbengkalai dan memastikan peningkatan kualitas SDM dari tingkat PAUD hingga SMA tetap berjalan.
Teddy mengungkapkan bahwa isu yang menyebut Makan Bergizi Gratis (MBG) mengorbankan kesejahteraan guru dan fasilitas sekolah adalah opini tak berdasar. “Jadi, saya mau jawab itu [program MBG memangkas anggaran pendidikan] narasi yang keliru,” tegasnya saat memberikan keterangan kepada media.
Fakta Anggaran dan Renovasi Sekolah
Menurut Teddy, pemerintah tetap berkomitmen penuh pada sektor pendidikan. Ia menjamin seluruh program warisan periode sebelumnya tetap berlanjut tanpa ada pengurangan volume sedikit pun. “Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Semuanya berjalan, bahkan ditambah,” imbuhnya.
Salah satu bukti nyata adalah lahirnya program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yang kini telah menjangkau 22.000 siswa. Menjawab persoalan sekolah rusak, Teddy menjelaskan bahwa perbaikan infrastruktur terus dikebut. Pada 2025 saja, pemerintah menggelontorkan Rp17 triliun untuk merenovasi 16.000 sekolah di seluruh Indonesia.
Berdasarkan Perpres No.118/2025, total anggaran pendidikan tahun 2026 mencapai Rp769 triliun. Angka ini secara presisi memenuhi mandat konstitusi, yakni 20% dari total belanja negara yang sebesar Rp3.842,7 triliun. Meski Rp223,5 triliun dialokasikan untuk MBG melalui Badan Gizi Nasional, pemerintah memastikan hal tersebut adalah investasi jangka panjang untuk kualitas fisik dan otak generasi muda Indonesia.
Saat ini, skema anggaran tersebut sedang dalam proses uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) oleh pemohon yang menginginkan agar besaran anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% adalah untuk fungsi penyelenggaraan pendidikan nasional (pedagogis) tanpa mencakup logistik pangan.

Comment