HEADLINESIA.com, JAKARTA, 11 FEBRUARI 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan suntikan dana Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan di Kompleks Parlemen, Senin (9/2/2026). Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas finansial JKN serta merespons polemik penonaktifan massal kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Purbaya menegaskan bahwa APBN memiliki fleksibilitas besar untuk mendukung kebutuhan mendesak jaminan sosial. “Kita sudah injek, rencananya injek Rp20 triliun lho ke BPJS. Sudah masuk, tinggal dicairkan saja,” ungkapnya. Dana jumbo tersebut nantinya akan digunakan untuk memperkuat permodalan hingga rencana penghapusan piutang iuran bagi peserta kelas 3.
Tunggu Proposal Rinci Penggunaan Anggaran
Meski anggaran sudah tersedia, Menkeu masih menahan pencairan karena menunggu proposal penggunaan dana yang lebih terperinci. Ia meminta kejelasan alokasi agar anggaran tepat sasaran. “Yang Rp10 triliun buat apa belum tahu. Dia mesti mengajukan proposal ke saya. Kalau clear, baru kita keluarkan,” tegas Purbaya.
Terkait kegaduhan penonaktifan 11 juta peserta PBI, Purbaya meminta proses pembersihan data dilakukan secara moderat guna menghindari guncangan sosial. “Jangan sampai yang sudah sakit tiba-tiba tidak berhak. Padahal uang saya keluar, pemerintah rugi karena citranya jadi buruk,” tambahnya. Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa sinkronisasi data terus dilakukan agar 54 juta warga miskin yang belum terdaftar bisa segera mendapatkan hak jaminan kesehatan mereka.

Comment