SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan
Home / Kebijakan / Xinhai-H&M Bangun Pabrik Tekstil Rp652 Miliar di Brebes, Serap 8.000 Tenaga Kerja

Xinhai-H&M Bangun Pabrik Tekstil Rp652 Miliar di Brebes, Serap 8.000 Tenaga Kerja

PALM SPRINGS, CALIFORNIA: FEBRUARY 28, 2019: An H&M store in Palm Springs, California. Foto oleh (Robert Alexander/Getty Images)
PALM SPRINGS, CALIFORNIA: FEBRUARY 28, 2019: An H&M store in Palm Springs, California. Foto oleh (Robert Alexander/Getty Images)

PT Xinhai Knitting Indonesia dan retailer global H&M resmi memulai pembangunan pabrik tekstil senilai US$40 juta (Rp651,8 miliar) di Kawasan Industri Brebes, Jawa Tengah. Proyek strategis ini ditargetkan menyerap 8.000 tenaga kerja lokal dan memperkuat rantai pasok berkelanjutan H&M di Asia Tenggara, dengan operasional dimulai Juli 2026.


headlinesia.com, Brebes, 14 Juli 2025 – PT Xinhai Knitting Indonesia, produsen tekstil asal Tiongkok, bersama mitra strategis H&M, melakukan groundbreaking pabrik senilai Rp651,8 miliar (kurs Rp16.290) di Brebes, Senin (14/7/2025). Investasi ini menjadi bagian ekspansi global Xinhai setelah sebelumnya memiliki basis produksi di Nantong (Tiongkok) dan Yangon (Myanmar).

Direktur PT Xinhai Knitting Indonesia, Huang Lu Yu, menjelaskan, pemilihan Indonesia didorong potensi geografis dan demografis. “Indonesia adalah pusat maritim ASEAN dengan tenaga kerja melimpah. Kehangatan masyarakat Brebes memperkuat keyakinan kami berinvestasi di sini,” ujarnya melalui rilis resmi Kementerian Perindustrian. Pabrik ini akan memperdalam kolaborasi dengan H&M, yang telah menjadi mitra Xinhai dalam memasok produk fast fashion berkualitas.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan, kehadiran Xinhai mendukung visi transformasi industri nasional yang berkelanjutan. “Pabrik ini menerapkan standar hijau, seperti solar panel dan pengolahan air limbah, sejalan dengan komitmen H&M terhadap lingkungan,” paparnya. Menurut Faisol, proyek ini akan mendongkrak ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mengakselerasi industri hijau di Jawa Tengah.

Dukungan Data Kinerja Industri TPT
Faisol menyoroti kontribusi sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) sebagai penyangga ekonomi nasional:

Aceh Dilanda Bencana, 13 Ribu Jiwa Mengungsi

  1. Pertumbuhan Kuartal I-2025: TPT tumbuh 4,64% (yoy), lebih tinggi dari rata-rata industri manufaktur.
  2. Ekspor Januari-April 2025: Capai US$3,38 miliar, naik 3,57% dibanding periode sama 2024.
  3. Penyerapan Tenaga Kerja: Sektor TPT menyerap 3,76 juta pekerja atau 19,18% total pekerja manufaktur nasional.

Kemenperin menggarisbawahi upaya kolaborasi dengan pemda, investor, dan lembaga vokasi untuk menciptakan iklim usaha kondusif di Brebes. “Ini adalah bukti kepercayaan investor terhadap peta jalan industri hijau Indonesia,” tegas Faisol.

Alasan Investasi dan Dampak Ekonomi
Pemilihan Brebes sebagai lokasi strategis didasari tiga faktor kunci:

  1. Akses Logistik: Dekat dengan pelabuhan dan pusat distribusi Jawa.
  2. SDM Melimpah: Jawa Tengah menyediakan tenaga kerja terampil di sektor tekstil.
  3. Insentif Daerah: Dukungan penuh Pemprov Jateng melalui kemudahan perizinan.

Proyek ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global TPT, sekaligus mendorong realisasi investasi hijau sesuai target pemerintah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trend Headlinesia

01

KPK OTT Dinas PUPR Riau, Gubernur Abdul Wahid Dimintai Keterangan, Bukan Ditangkap!

02

Tenaga Ahli Gubernur Riau Beberkan Kejanggalan OTT KPK

03

OTT KPK di PUPR Riau: 14 Pengacara Siap Bergabung, TPF Fokus Mengumpulkan Data Kejadian

04

Gubernur Riau Abdul Wahid Justru Jadi Saksi Kunci Lapor Suap Rp250 Juta

05

OTT di Dinas PUPR-PKPP Riau, Alumni UIN Suska Bentuk TPF

06

Ancaman Serius PT PP Terhadap Dunia Pendidikan, Mahasiswa Unri Praktikum Menggunakan Drone di curigai dan di larang oleh Pihak PT PP

07

Mengurai Kewenangan Plh Gubernur Riau di Tengah Kontroversi Mutasi Jabatan

08

Keadilan di Tengah Badai Kekuasaan Menguji Integritas KPK di Bumi Lancang Kuning

New Headline










×
×