SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
Kabar Daerah
Home / Kabar Daerah / Nasib Petani Grobokan di Ujung Tanduk

Nasib Petani Grobokan di Ujung Tanduk

Sawah di Grobokan terendam Banjir. Photo: Humas Jateng Prov.go.id
Sawah di Grobokan terendam Banjir. Photo: Humas Jateng Prov.go.id

HEADLINESIA.com, GROBOKAN, 17 FEBRUARI 2026 – Selasa (17/2), cuaca ekstrem merendam 1.842 hektar sawah di Grobogan. Kepala Distanak Jateng, Defransisco, kini mendampingi petani mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) guna menyelamatkan produksi beras nasional dari ancaman gagal panen total atau puso.

Bencana hidrometeorologi ini menjadi ujian nyata bagi ambisi ketahanan pangan Jawa Tengah di tahun 2026. Defransisco Dasilva Tavares menegaskan bahwa petugas POPT akan segera melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan, meskipun deteksi dini di lahan yang masih terendam banjir diakui memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Mekanisme Puso dan Ancaman Tenggat Waktu

Kunci keselamatan modal petani kini bergantung pada adu cepat dengan waktu. Defransisco memperingatkan bahwa mekanisme klaim mensyaratkan pelaporan maksimal satu pekan sejak kejadian dengan bukti dokumentasi yang valid. “Minimal saat kejadian sudah difoto dan dilaporkan dulu,” tegasnya.

Ironisnya, di tengah risiko bencana yang nyata, belum seluruh petani terdaftar sebagai peserta AUTP. Hal ini menjadi celah fatal yang dapat membuat petani kehilangan proteksi finansial saat bencana melanda. Meski tahun lalu Jawa Tengah mencatat 35 ribu hektar lahan puso, pemerintah tetap optimis target swasembada pangan 2026 tetap tercapai. Sebagai penyumbang beras terbesar ketiga nasional dengan capaian 9,3 juta ton GKG pada 2025, penguatan perlindungan usaha tani kini menjadi harga mati demi menjaga stabilitas produksi nasional.

Ekonomi Riau “Terengah-engah”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement