HEADLINESIA.com, JAKARTA, 18 FEBRUARI 2026 – Di tengah desakan publik, mantan Jubir Presiden Johan Budi membongkar rahasia Jokowi yang sempat menolak keras revisi UU KPK pada 2017 silam demi menjaga dukungan kelompok antikorupsi, meski kini sang Presiden justru berbalik arah menyatakan setuju di Solo.
Drama penolakan tersebut terkuak dalam program Gaspol Kompas.com (28/10/2025). Johan menceritakan momentum krusial saat ia menghubungi Jokowi yang sedang berada di Amerika Serikat via telepon ajudan. Kala itu, DPR terus menekan Istana untuk menyetujui revisi UU Nomor 30 Tahun 2002.
Dalam percakapan tersebut, Johan memberikan saran berani agar Presiden tidak menyentuh aturan hukum yang lahir dari rahim reformasi tersebut. “Jangan direvisi Pak, karena ini kelompok-kelompok antikorupsi sangat menentang,” tegas Johan saat itu. Merespons saran tersebut, Jokowi pun memberikan lampu hijau bagi Johan untuk mengumumkan penolakan resmi Istana kepada publik melalui konferensi pers mendadak.
Arah Angin Berubah di Stadion Manahan
Namun, peta politik kini berubah drastis secara provokatif. Meski dulu bersikeras menolak demi dukungan publik, Jokowi secara mengejutkan memberikan sinyal hijau untuk merevisi kembali regulasi lembaga antirasuah tersebut pada Februari 2026.
“Ya, saya setuju,” ujar Jokowi saat berada di Stadion Manahan, Solo (13/2/2026). Pernyataan singkat ini memicu tanda tanya besar mengenai konsistensi sikap Istana. Menariknya, Jokowi berdalih bahwa revisi UU KPK tahun 2019 adalah murni inisiatif DPR. “Memang saat itu atas inisiatif DPR direvisi, tapi saya tidak tanda tangan,” tambahnya, seolah menegaskan jarak antara dirinya dengan produk hukum yang kini justru ia setujui untuk dirombak lagi.

Comment