HEADLINESIA.com, JAKARTA, 19 FEBRUARI 2026 – Ketua Umum AETI Harwendro Adityo Dewanto mendesak pemerintah memastikan kesiapan industri hilir sebelum menyetop ekspor ingot timah di Jakarta, Rabu (18/2), guna mencegah risiko penumpukan stok akibat rendahnya serapan domestik yang saat ini baru mencapai 5-7 persen.
Hilirisasi Belum Realistis
Harwendro menegaskan bahwa rencana penghentian ekspor ingot tahun ini belum ideal. Pasalnya, dari total produksi sekitar 52.000 ton, pasar lokal hanya mampu menyerap sebagian kecil, sementara 95 persen produksi timah nasional masih sangat bergantung pada pasar ekspor.
“Kalau kita data, perusahaan hilirisasi timah di Indonesia itu tidak sampai 10. Jadi bagaimana mungkin seluruh produksi bisa terserap kalau industrinya saja belum banyak,” ujar Harwendro.
Selain minimnya jumlah pelaku industri, hambatan regulasi teknis dan spesifikasi produk yang kaku membuat produsen sulit memenuhi kebutuhan pasar global. Ia pun mengingatkan Kementerian ESDM untuk memperkuat ekosistem hilir dan membenahi regulasi agar lebih adaptif.
Tanpa kesiapan yang matang, kebijakan setop ekspor berisiko menekan produsen dalam negeri dan mengganggu keberlanjutan usaha alih-alih mempercepat hilirisasi.

Comment