SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan
Home / Kebijakan / Desa Sindetanyar Siapkan Dua Unit Usaha untuk Ketahanan Pangan

Desa Sindetanyar Siapkan Dua Unit Usaha untuk Ketahanan Pangan

Desa Sindetanyar Siapkan Dua Unit Usaha untuk Ketahanan Pangan
Desa Sindetanyar Siapkan Dua Unit Usaha untuk Ketahanan Pangan

Pemerintah Desa Sindetanyar, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, serius merealisasikan program ketahanan pangan dengan membuka dua unit usaha baru tahun ini. Kedua usaha tersebut adalah peternakan sapi dan produksi tusuk sate, dengan total anggaran Rp163 juta.


Desa Sindetanyar memastikan program ketahanan pangan tahun ini telah direncanakan secara matang, mempertimbangkan potensi alam dan sumber daya manusia (SDM). Kepala Desa Sindetanyar, Su’ud, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi desa guna meningkatkan ketahanan pangan.

“Dua unit usaha yang akan kami kembangkan adalah peternakan sapi senilai Rp83 juta dan produksi tusuk sate dengan anggaran Rp80 juta,” ujar Su’ud.


Pemilihan peternakan sapi didasarkan pada ketersediaan pakan dan SDM yang memadai. Kandang komunal di Dusun Kolor sudah siap digunakan, sehingga fokus saat ini adalah pengadaan sapi dan pakan.


Sementara itu, usaha produksi tusuk sate dipilih karena ketersediaan bahan baku yang melimpah dan peluang pasar yang luas. Saat ini, produsen tusuk sate masih terbatas, sehingga pemerintah desa melihatnya sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Kemenkes Beberkan Penyebab Meninggalnya Irene Sokoy dan Janji Perbaikan

“Anggaran akan dialokasikan untuk pembelian alat produksi, bahan baku, dan biaya operasional. Program ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” jelas Su’ud.


Dengan langkah ini, Desa Sindetanyar berkomitmen memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan potensi lo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trend Headlinesia

01

KPK OTT Dinas PUPR Riau, Gubernur Abdul Wahid Dimintai Keterangan, Bukan Ditangkap!

02

Tenaga Ahli Gubernur Riau Beberkan Kejanggalan OTT KPK

03

OTT KPK di PUPR Riau: 14 Pengacara Siap Bergabung, TPF Fokus Mengumpulkan Data Kejadian

04

Gubernur Riau Abdul Wahid Justru Jadi Saksi Kunci Lapor Suap Rp250 Juta

05

OTT di Dinas PUPR-PKPP Riau, Alumni UIN Suska Bentuk TPF

06

Ancaman Serius PT PP Terhadap Dunia Pendidikan, Mahasiswa Unri Praktikum Menggunakan Drone di curigai dan di larang oleh Pihak PT PP

07

Mengurai Kewenangan Plh Gubernur Riau di Tengah Kontroversi Mutasi Jabatan

08

Keadilan di Tengah Badai Kekuasaan Menguji Integritas KPK di Bumi Lancang Kuning

New Headline










×
×