SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
Hukum
Home » Berita » Noel ‘Ngotot’ Berobat Keluar Rutan: Celah Privilege atau Hak Medis?

Noel ‘Ngotot’ Berobat Keluar Rutan: Celah Privilege atau Hak Medis?

Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel (KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati )
Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel (KOMPAS.com/Fristin Intan Sulistyowati )

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 06 APRIL 2026 – Terdakwa korupsi sekaligus eks Wamenaker, Immanuel Ebenezer alias Noel, mengajukan izin berobat di luar rutan saat sidang di PN Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026). Langkah ini memicu polemik soal keadilan penanganan medis bagi tahanan kelas kakap.

Sorotan publik kini tertuju pada kondisi kesehatan Noel yang dikabarkan menurun di tengah proses hukumnya. Dalam persidangan, majelis hakim mengonfirmasi bahwa permohonan izin berobat saudara masih dalam proses administrasi dan akan segera diputuskan setelah sidang usai.

Alasan Medis yang Mendesak: Risiko Pembuluh Darah

Kuasa hukum Noel, San Salvator, menegaskan bahwa pengecekan medis di luar rutan adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Berdasarkan rekomendasi RS Abdi Waluyo, kliennya memerlukan tindakan medis spesifik. Senada dengan itu, Aziz Yanuar mengungkapkan fakta yang lebih mengkhawatirkan: Noel mengalami kendala pada pembuluh darah di kepala yang membutuhkan penanganan ahli secara intensif.

Pihak Noel pun secara terbuka menyentil konsistensi penegakan hukum. Mereka membandingkan situasi ini dengan pengalihan status tahanan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK. Aziz menilai ada aroma ketidakadilan jika kliennya tidak diberi ruang untuk rawat inap, sembari menegaskan bahwa permintaan itu disampaikan untuk menguji konsistensi penegakan hukum KPK yang dinilai tebang pilih.

Sengkarut Korupsi K3: Markup Gila-gilaan Rp81 Miliar

Kasus yang menyeret Noel ini bukan perkara receh. Ia didakwa terlibat dalam modus menaikkan biaya penerbitan sertifikat K3 yang berlangsung sejak 2019. Data KPK membongkar praktik culas di mana biaya resmi pengurusan sertifikasi K3 sebesar Rp275.000, namun di lapangan meningkat hingga Rp 6 juta.

“Demi Keberlanjutan” atau Menelantarkan? Ironi di Balik Pembatalan AirAsia

Total selisih pembayaran yang berhasil dikeruk mencapai angka fantastis, yakni Rp81 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp3 miliar diduga mengalir langsung ke kantong Noel. Atas perbuatannya, Noel bersama 10 tersangka lainnya terancam jeratan UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman yang sangat berat. Kini, publik menunggu apakah alasan kesehatan ini murni medis atau sekadar strategi hukum di tengah kepungan bukti dari lembaga antirasuah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement