SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advertisement Advertisement
Kebijakan
Home / Kebijakan / Target Revolusi Energi: Indonesia Stop Impor Bensin Premium dan Avtur pada 2027

Target Revolusi Energi: Indonesia Stop Impor Bensin Premium dan Avtur pada 2027

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

HEADLINESIA.com, JAKARTA, 23 JANUARI 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan target ambisius pemerintah untuk menghentikan impor seluruh bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin berkualitas tinggi (RON 92-98) dan avtur pada 2027. Langkah ini menjadi babak final dari roadmap swasembada energi nasional, sekaligus mewujudkan komitmen Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dengan produksi dalam negeri yang terus dipacu, Indonesia diproyeksikan lepas dari ketergantungan impor BBM dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Fase Pertama: Stop Impor Solar Dimulai Tahun Ini
Dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis (22/1/2026), Bahlil membeberkan rencana bertahap pemerintah. Fase pertama adalah penghentian impor solar yang telah dimulai tahun ini. Dengan surplus produksi biodiesel B40 yang mencapai 1,4 juta kiloliter (KL), Indonesia dipastikan tidak lagi perlu mendatangkan solar dari luar negeri mulai 2026. Rinciannya, impor solar jenis CN 48 dihentikan awal tahun ini, sementara untuk jenis CN 51 akan berakhir pada semester II-2026.

Melompat ke Swasembada: Dari Solar, Avtur, hingga Bensin RON Tinggi
Langkah strategis tidak berhenti di solar. Pemerintah juga menargetkan setop impor avtur mulai tahun depan (2027) dengan memanfaatkan konversi surplus solar menjadi bahan baku avtur melalui PT Pertamina (Persero). Selain itu, impor bensin dengan oktan tinggi (RON 92, 95, dan 98) juga akan diakhiri pada tahun yang sama. Capaian ini didukung oleh kehadiran proyek strategis Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, yang mampu memproduksi BBM berkualitas tinggi.

Ke depannya, pemerintah hanya akan mengimpor minyak mentah (crude oil) sebagai bahan baku, sementara seluruh kebutuhan produk BBM jadi akan dipenuhi fasilitas produksi dalam negeri. “Ini agar 2027 betul-betul kita sudah tidak melakukan impor avtur, solar, kemudian bensin yang RON 92, 95, 98,” tegas Bahlil. Hanya bensin RON 90 untuk program subsidi yang masih akan diimpor. Langkah ini tidak hanya menghemat devisa secara signifikan tetapi juga memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia di panggung global.

Warning Prabowo di Rakornas 2026: Jangan Abaikan Warisan Sejarah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement